Tampilkan postingan dengan label Galaksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Galaksi. Tampilkan semua postingan

Wusss! Astronot Wanita Pertama China Meluncur ke Luar Angkasa

Category:
AFP
Beijing Impian Liu Yang (33) untuk menjadi wanita China pertama yang menjadi astronot akhirnya kesampaian. Hari ini, Liu meluncur bersama kapsul Shenzhou-9 menuju luar angkas. Wusss!

Seperti dilansir BBC, Sabtu (16/6/2012), Shenzhou-9 diberangkatkan dari pangkalan Jiuquan, yang terletak di Gurun Gobi. Ada tiga astronot di pesawat tersebut, Liu Yang dan dua pria rekannya.

Menurut pemerintah China, mereka berangkat menuju pangkalan luar angkasa Tiangong. Selama seminggu, ketiga astronot tersebut akan memasang sistem baru dan melakukan beberapa eksperimen yang sudah direncanakan.

"Sejak hari pertama saya telah diberitahu bahwa saya tak berbeda dengan astronot-astronot pria," kata Liu dalam wawancara dengan stasiun televisi CCTV dan dilansir kantor berita AFP, Jumat (15/6/2012).

"Saya percaya akan kegigihan. Jika Anda gigih, kesuksesan ada di depan Anda," imbuh Liu yang mengenakan seragam astronot birunya.

Hal tersebut disampaikan Liu usai pengumuman kepastian keberangkatan dirinya dalam misi antariksa ini. Liu dan dua rekannya, Jing Haipeng dan Liu Wang akan bertolak pada Sabtu (14/6) pukul 06.37 dari pangkalan Jiuquan di gurun pasir Gobi, China utara.

Mereka akan melakukan docking secara manual pada Tiangong-1, yang merupakan stasiun luar angkasa pertama China, yang mengorbit pada bumi sejak September 2011 lalu. Nantinya setelah berhasil mencapai lokasi, para astronot akan memasang dek luar angkasa pada Tiangong-1. Kemudian mereka akan masuk ke dalam Tiangong-1 dan di dalam laboratorium luar angkasa tersebut, mereka akan melakukan sejumlah eksperimen khusus.

Misi ini merupakan tahap akhir dari serangkaian program besar yang dilakukan China demi membangun stasiun luar angkasa permanen pada tahun 2020 mendatang. Pada November 2011 lalu, China meluncurkan Shenzou VIII untuk memasang 2 dek luar angkasa pada Tiangong-1.

China telah mengirimkan astronot pertamanya ke luar angkasa pada tahun 2003. Sejak itu China telah beberapa kali melakukan misi antariksa berawak, yang terbaru pada tahun 2008 lalu. Namun belum pernah mengirimkan seorang astronot wanita.

Dengan dikirimkannya Liu, China akan menjadi negara ketiga di dunia setelah Uni Soviet dan Amerika Serikat yang mengirimkan wanita ke luar angkasa menggunakan teknologinya sendiri.

ref: http://news.detik.com/read/2012/06/16/183333/1943011/1148/wusss-astronot-wanita-pertama-china-meluncur-ke-luar-angkasa?n991102605
READ MORE - Wusss! Astronot Wanita Pertama China Meluncur ke Luar Angkasa

Sisi Gelap Program Antariksa Amerika Terungkap

Category:

60 thn lalu AS rekrut Ilmuwan NAZI mempelopori Jelajah Angkasa Luar

Enam puluh tahun lalu Amerika Serikat merekrut para ilmuwan Nazi untuk memimpin sejumlah proyek yang mempelopori persaingan untuk menguasai angkasa luar.

Para ilmuwan itu memberi Amerika teknologi canggih yang sampai saat ini masih memajukan program angkasa luar NASA.

Namun kemajuan itu memiliki beban moral.

Pada akhir Perang Dunia Kedua rahasia teknologi Nazi Jerman menjadi incaran.

Pihak Sekutu berusaha mengambilalih sebanyak mungkin peralatan dan para ahli sambil mencegah negara-negara lainnya melakukan hal serupa.

Pencapaian teknologi Jerman mengejutkan para ilmuwan Sekutu yang ikut dengan pasukan invasi ke Jerman pada tahun 1945.

Wernher von Braun: ikon NASA dan mantan perwira SS Nazi

Roket supersonik, gas syaraf, pesawat terbang jet, rudal jelajah, teknologi stealth dan bahan lapis baja yang lebih keras adalah beberapa teknologi terobosan yang dikembangkan di dalam laboratorium dan pabrik Nazi, bahkan saat Jerman hampir kalah perang.

Amerika Serikat dan Uni Soviet-lah, pada awal-awal Perang Dingin, yang bersaing dan berpacu dengan waktu untuk menemukan rahasia ilmiah Hitler yang belum terungkap.

Pada Mei 1945, pasukan legiun Stalin berhasil menguasai beberapa laboratorium penelitian atom di Institut Kaiser Wilhelm yang terkenal di pinggiran Berlin.

Ini memberi mereka teknologi yang kemudian digunakan untuk membangun gudang senjata nuklir Soviet.

Pasukan Amerika memindahkan rudal-rudal V-2 dari kompleks besar di Nordhausen, yang dibangun di bawah Pegunungan Harz di Jerman Tengah, beberapa saat sebelum Uni Soviet mengambilalih pabrik itu yang kemudian menjadi daerah yang dikuasai Soviet.

Tim yang membangun V-2, pimpinan Wernhre von Braun, juga jatuh ke tangan Amerika.

Kejahatan

Tidak lama kemudian Mayor Jenderal Hugh Knerr, wakil panglima pada Angkatan Udara AS di Eropa menulis: "Pendudukan lembaga ilmiah dan industri Jerman mengungkapkan kenyataan yang mengejutkan bahwa kami sangat terbelakang dalam banyak lapangan penelitian."

"Kalau kami tidak meraih kesempatan ini untuk menguasai alat dan otak yang mengembangkan teknologi itu dan mempekerjakan mereka, kami akan tetap tertinggal bertahun-tahun."

Karena dimulailah Proyek Paperclip, operasi Amerika yang merekrut von Braun dan lebih dari 700 ilmuwan lainnya yang dibawa dari Jerman.

Tujuan proyek itu sederhana: "Untuk mempergunakan ilmuwan Jerman bagi penelitian Amerika dan untuk mencegah sumber ilmiah itu jatuh ke tangan Uni Soviet."

    Arthur Rudolph: "100% Nazi"
Perkembangan pun berjalan cepat. Presiden Truman memberi ijin bagi Proyek Paperclip di bulan Agustus 1945 dan pada 18 November, sekelompok ilmuwan Jerman pertama sampai di Amerika.

Tetapi ada satu masalah. Truman memerintahkan bahwa siapapun yang didapati sebagai "anggota partai Nazi dan berperan dalam kegiatannya, atau pendukung aktif militerisme Nazisme" tidak akan diijinkan.

Menurut kriteria tadi bahkan von Braun sendiri, orang yang bertanggungjawab atas pemotretan di Bulan, seharusnya tidak boleh bekerja untuk Amerika.

Dia adalah anggota berbagai organisasi Nazi dan memegang jabatan di pasukan khusus Nazi, SS.

Catatan intelijen awal tentang von Braun menyebut pria itu sebagai "resiko bagi keamanan".

Dan rekan-rekan von Braun termasuk:

* Arthur Rudolph, kepala operasi di Nordhausen, tempat 20.000 buruh paksa tewas saat membuat rudal V-2. Dia memimpin tim yang membangun roket Saturnus V. Dia digambarkan sebagai "100% Nazi, orang yang berbahaya".

* Kurt Debus, ahli peluncuran roket, juga perwira SS. Laporan tentang Debus menyatakan: "Dia harus ditahan karena mengancam keamanan Pasukan Sekutu."

* Hubertus Strughold, yang kemudian dikenal sebagai "bapak obat-obatan angkasa luar", yang merancang sistem penyokong kehidupan di pesawat angkasa Nasa. Beberapa bawahannya melakukan "percobaan" manusia di kamp Dachau dan Auschwitz, tempat tahanan dibekukan hidup-hidup dan ditempatkan di ruangan bertekanan rendah. Banyak dari mereka yang kemudian meninggal.

Semua pria ini dibolehkan bekerja untuk Amerika, kejahatan dituduhkan terhadap mereka ditutupi dan latar belakang mereka diputihkan oleh militer Amerika yang berambisi memenangkan Perang Dingin.

Enam puluh tahun kemudian, warisan Proyek Paperclip masih sangat penting.

Dengan karbon penyerap radar yang pada kayu lapis dan sayap tunggal yang mulus ke belakang, Horten Ho 229 dari tahun 1944 buatan Jerman dapat dikatakan sebagai pesawat terbang stealth yang siluman pertama.

Pembom siluman stealth: ikuti rancangan Jerman tahun 1944



Militer AS memberi satu contoh pesawat kepada Northrop Aviation, perusahaan yang kemudian memproduksi pesawat pemboman siluman B-2 yang bernilai 2 milyar dolar, yang dijiplak dari kapal Horten satu generasi kemudian.

Rudal jelajah masih menggunakan rancangan rudal V-1 dan mesin scramjets yang memotori pesawat hipersonik canggih Nasa X-43 dapat diwujudkan berkat teknologi jet Jerman.

Dokumen Proyek Paperclip yang masih dirahasiakan membuat berbagai kalangan termasuk Nick Cook, konsultan teknologi angkasa luar di mingguan Jane's Defence, berspekulasi bahwa Amerika mungkin telah mengembangkan teknologi maju Nazi lainnya termasuk alat anti gravitasi, yang merupakan sumber energi berjumlah besar.

Meskipun kesuksesan Proyek Paperclip tidak diragukan lagi, banyak orang akan memilih untuk mengingat ribuan orang yang tewas demi mengirim manusia ke angkasa luar.


sumber : http://www.bbc.co.uk/indonesian/indepth/story/2005/11/051126_nazispace.shtml

READ MORE - Sisi Gelap Program Antariksa Amerika Terungkap

NASA Temukan 11 Tata Surya Baru

Category:



Washington: Dinas Luar Angkasa Amerika Serikat (NASA) mengklaim menemukan 11 sistem tata surya baru. Sistem tata surya itu terdiri dari 26 planet. 

Adalah Kepler, misi antariksa NASA, yang mendapati sistem tata surya baru itu. Temuan ini hampir dua kali lipat dari jumlah planet yang telah ditemukan, dan tiga kali lipat dari jumlah bintang yang dikitari oleh satu planet. 

Sistem itu diyakini bakal membantu para astronom buat mengerti tentang bagaimana planet membentuk sebuah tatanan. 

Orbit planet-planet itu dekat dengan bintang yang menjadi pusat tata surya mereka. Ukurannya diperkirakan 1,5 kali ukuran Bumi. Bahkan, ada yang melebihi ukuran Jupiter. Lima belas planet diperkirakan seukuran Bumi atau Neptunus.

Masih diperlukan pengamatan lebih jauh untuk memastikan apakah permukaan planet tersebut solid seperti bumi. Atau berselimut atmosfer tebal seperti Neptunus.

Planet-planet tersebut berotasi mengelilingi mataharinya dalam waktu enam hingga 143 hari. Semuanya berjarak lebih dekat dari jarak Venus ke Matahari.

"Berdasarkan misi Kepler, kami mengetahui peluang adanya 500 ekso-planet yang berada di galaksi," kata ilmuwan program Kepler, Doug Hudgins, di Markas NASA, Washington.

Ketika Anda memandang bintang di langit yang tak lebih besar dari kepalan tangan anda, tambah Hudgins, Kepler telah menemukan lebih dari 60 planet dan lebih dari 2.300 calon planet lainnya.

"Hal itu membuktikan bahwa galaksi kita berisikan planet berbagai ukurang dan orbit," katanya.

Kepler, diluncurkan pada Maret 2009, dirancang untuk menemukan planet seukuran Bumi yang berotasi mengelilingi bintang lain. Pesawat luar angkasa itu menggunakan kamera digital berukuran besar, yang disebut photometer, untuk memantau tingkat pancaran cahaya dengan kekuatan lebih dari 1.500 bintang yang berada dalam medan pandangnya ketika pesawat mengelilingi matahari.

Kepler memindai jarak tata surya tersebut dengan mencari titik singgah, yang dicapai planet ketika melewati sebuah bintang, sehingga menyebabkan planet itu meredup. Tingkat keredupan menjadi patokan untuk pengukuran planet yang dibandingkan dengan mataharinya.


ref: metro news
READ MORE - NASA Temukan 11 Tata Surya Baru

Kalender Astronomi Tahun 2012

Category:


Transit Venus, Salah Satu Fenomena Astronomis Tahun 2012

Kiranya apa saja peristiwa atau fenomena astronomis di tahun 2012?

Tentunya para pecinta astronomi tidak ingin terlewat satu pun kejadian-kejadian menarik bahkan spektakuler di tahun 2012 hanya karena "Kekurangan informasi". Oleh karena itu, kami berinisiatif mempublikasi tulisan "Kalender Astronomi Tahun 2012" yang dapat menjadi referensi peristiwa apa saja yang akan terjadi nanti sepanjang tahun 2012. Berikut persembahan kami,

Catatan:
Tulisan berwarna merah berarti peristiwa tersebut tidak dapat diamati di Indonesia. 
Tulisan berwarna kuning kecokelatan berarti tidak dapat diamati dengan mata langsung, sehingga diperlukan alat bantu seperti teleskop atau binokuler. 
Tulisan berwarna hitam berareti peristiwa tersebut bisa diamati di Indonesia tanpa alat bantu apapun.


Kalender Astronomi Tahun 2012

Januari

04 Januari 2012: Puncak Hujan Meteor Quadrantids
Pada 28 Desember 2011 hingga 12 Januari 2012 Bumi akan melintasi daerah puing-puing asteroid 2003 EH1 yang mengakibatkan terjadinya hujan meteor Quadrantids. Pada puncaknya diperkirakan 120 meteor akan jatuh tiap jamnya dengan radian rasi Bootes di timur laut waktu dini hari.
05 Januari 2012: Bumi di Perihelion
Dalam orbit berbentuk elips, Bumi akan berada pada jarak terdekatnya dengan Matahari sejauh 0.9833 AU.
09 Januari 2012: Bulan Purnama

23 Januari 2012: Bulan Baru

Februari

08 Februari 2012: Bulan Purnama

22 Februari 2012: Bulan Baru

Maret

04 Maret 2012: Oposisi Mars
Suatu konfigurasi dimana Matahari-Bumi-Mars akan berurut yang juga berarti Mars akan berada pada jarak terdekatnya (0.6741 AU) dari Bumi. Oleh karena itu saat ini adalah waktu terbaik mengamati planet "kemerah-merahan" Mars dengan atau tanpa alat bantu. Jika diamati dengan mata telanjang, Mars akan terlihat seperti bintang merah terang yang terlihat sepanjang malam.
05 Maret 2012: Merkurius Elongasi Timur
Merkurius dengan ketinggian 18.2° teramati pada langit sebelah barat saat Matahari terbenam.
08 Maret 2012: Bulan Purnama

14 Maret 2012: Konjungsi Venus dan Jupiter
Bagaimana jika 2 planet yang sama-sama terlihat bagai bintang putih terang berdampingan di langit barat waktu Matahari terbenam? Nantikan konjungsi Venus dan Jupiter yang berjarak hanya 3°.
20 Maret 2012: Maret Equinox
Matahari akan bersinar tepat di perpotongan ekliptik dan ekuator dimana seluruh belahan Bumi akan memiliki lama waktu siang dan malam hampir sama. Hari ini juga akan menjadi awal musim semi (vernal equinox) di belahan Bumi Utara dan menjadi awal musim gugur (autumnal equinox) di belahan Bumi Selatan.
22 Maret 2012: Bulan Baru

27 Maret 2012: Venus Elongasi Timur
Langit senja akan dihiasi oleh Venus sang bintang kejora dengan ketinggian 46° dari horison barat tepat ketika Matahari terbenam

April

07 April 2012: Bulan Purnama

16 April 2012: Saturnus Oposisi
Saturnus akan terlihat bagai bintang putih terang yang terlihat sepanjang malam pada jarak terdekatnya (8.7196 AU) dari Bumi. Karenanya saat ini lah waktu terbaik mengamati Saturnus dengan atau tanpa alat bantu.
18 April 2012: Merkurius Elongasi Barat
Merkurius nampak di langit timur saat matahari terbit dengan ketinggian 27.5°.
21 April 2012: Bulan Baru

22 April 2012: Hujan Meteor Lyrids
Serpihan-serpihan kecil dari komet Thatcher akan menghujam Bumi dari arah rasi Lyra di langit utara sejak 16 sampai 26 April. Ketika puncaknya nanti 22 April 2012, diperkirakan akan ada 20-an meteor yang melintas tiap jamnya. Pengamatan meteor Lyrids kali ini akan didukung langit yang gelap karena Bulan sedang dalam fase bulan baru.

Mei

05 Mei 2012: Puncak Hujan Meteor Eta Aquarids
Meteor yang berasal dari serpihan komet Halley akan terlihat antara tanggal 19 April hingga 28 Mei. Sekitar 60 meteor tiap jamnya akan berjatuhan ketika puncaknya. Sayangnya langit yang terang benderang karena Bulan purnama akan membuat meteor "Malu-malu" untuk dilihat.
06 Mei 2012: Bulan Purnama

21 Mei 2012: Bulan Baru

21 Mei 2012: Gerhana Matahari Sebagian
Suatu peristiwa dimana sebagian piringan Bulan akan menutupi sebagian piringan Matahari, sehingga Matahari akan terlihat sabit. Gerhana melintas Cina selatan, ke timur melalui Jepang, Samudera Pasifik bagian utara, dan ke Amerika Serikat bagian barat. (NASA Map and Eclipse Information)
28 Mei 2012: Istiwa' Adhom
Peristiwa dimana Matahari transit atau tepat berada di atas ka’bah. Peristiwa ini dapat difungsikan untuk meluruskan arah kiblat bagi kaum muslim. Peristiwa ini akan terulang pada tanggal 16 Juli 2012.

Juni

04 Juni 2012: Gerhana Bulan Sebagian 
Sepertiga wajah Bulan akan tertutupi bayangan umbra Bumi pada pukul 16:03 WIB. Peristiwa Gerhana Bulan Sebagian ini akan terlihat di sebagian besar Asia, Australia, Samudra Pasifik, dan Amerika. (NASA Map and Eclipse Information)
04 Juni 2012: Bulan Purnama

06 Juni 2012: Transit Venus
Suatu kejadian langka dimana Venus melintas di depan piringan Matahari. Teramati dari Pasifik barat, timur Asia dan Australia timur pukul 08:28 WIB. Kejadian ini terakhir teramati pada 8 Juni 2004 dan baru akan terjadi lagi pada 11 Desember 2117. Pengamatannya diharuskan menggunakan alat bantu seperti teleskop berfilter. (NASA Transit Information | NASA Transit Map)
19 Juni 2012: Bulan Baru

21 Juni 2012: Solstice Juni
Kutub Utara Bumi akan mengarah ke Matahari dengan posisi paling Utara di langit sehingga Matahari berada pada titik balik utara (Tropic of Cancer) dengan deklinasi +23,44°. Peristiwa ini menandai awal musim panas di belahan Bumi Utara dan menjadi awal musim dingin di belahan Bumi Selatan.

Juli

01 Juli 2012: Merkurius Elongasi Timur
Merkurius akan menghiasi langit senja dengan ketinggian 25.7° di ufuk barat.
04 Juli 2012: Bulan Purnama

05 Juli 2012: Bumi di Aphelion
Kebalikan dari perihelion, dimana Bumi berada pada jarak terjauh dari Matahari terhitung 1.0167 AU.
16 Juli 2012: Istiwa' Adhom
Kali kedua dalam tahun ini dimana Matahari transit atau tepat berada di atas ka’bah. Peristiwa ini dapat difungsikan untuk meluruskan arah kiblat bagi kaum muslim.
19 Juli 2012: Bulan Baru

28 Juli 2012: Puncak Hujan Meteor Southern Delta Aquarids
Kali ini rasi Aquarius menjadi radian hujan meteor yang berasal dari pecahan komet Marsden dan Kracht Sungrazing sejak 18 Juli hingga 18 Agustus. Cukup arahkan kedua mata ke langit timur waktu dini hari, 20 an meteor tiap jam diperkirakan terlihat pada puncaknya.

Agustus

02 Agustus 2012: Bulan Purnama

12 Agustus 2012: Okultasi Jupiter
Bagaimana jika Jupiter tertutupi oleh piringan Bulan untuk sejenak? Jangan lewatkan "Gerhana" Jupiter yang dapat teramati di seluruh Indonesia.

12 Agustus 2012: Puncak Hujan Meteor Perseids
Sejak 17 Juli hingga 24 Agustus sebelum fajar, rasi Perseus di langit utara menjadi pusat hujan meteor yang berasal dari serpihan komet Swift-Tuttle. Sekitar 90 meteor tiap jam diperkirakan akan melintas di langit gelap berhias Bulan sabit tatkala puncaknya selepas tengah malam hingga fajar tiba.
15 Agustus 2011: Venus Elongasi Barat
Nikmati pemandangan matahari terbit dihiasi Venus sang bintang kejora setinggi 45.8° di langit timur.
16 Agustus 2012: Merkurius Elongasi Barat
Seakan menemani Venus, Merkurius juga akan berelongasi barat dan terlihat di langit timur ketika matahari terbit dengan ketinggian 18.7°.
17 Agustus 2012: Bulan Baru

24 Agustus 2012: Oposisi Neptunus
Neptunus akan berada pada jarak terdekatnya (28.9840 AU) dari Bumi. Meski akan lebih terang di banding biasanya, namun tetap dibutuhkan alat bantu seperti teleskop untuk mengamati.
31 Agustus 2012: Bulan Purnama

September

16 September 2012: Bulan Baru

22 September 2012: Equinox September
Matahari akan bersinar tepat di perpotongan ekliptik dan ekuator. Kala itu lama waktu siang dan malam dalam waktu di seluruh dunia yang hampir sama. Hari ini juga akan menjadi awal musim gugur (autumnal equinox) di belahan Bumi Utara dan menjadi awal musim semi (vernal equinox) di belahan Bumi Selatan.
29 September 2012: Oposisi Uranus
Uranus berada pada titik terdekatnya (19.0614 AU) dari Bumi. Meski sangat redup, Uranus masih mungkin diamati tanpa alat bantu dengan langit yang sangat gelap.
30 September 2012: Bulan Purnama

Oktober

15 Oktober 2012: Bulan Baru

21 Oktober 2012: Puncak Hujan Meteor Orionids
Rasi Orion sang pemburu akan menjadi radian dari meteor Orionids sejak 15 hingga 29 Oktober. Berasal dari serpihan komet Halley, sekitar 20 meteor akan menghiasi langit pada puncaknya. Bulan fase kuartir awal memberi kesempatan untuk dilakukannya pengamatan lepas tengah malam.
27 Oktober 2012: Merkurius Elongasi Timur
Merkurius dengan tinggi 24.1° dari horison barat akan terlihat ketika Matahari terbenam.
30 Oktober 2012: Bulan Purnama

November

14 November 2012: Bulan Baru

14 November 2012: Gerhana Matahari Total
Ketika Matahari-Bulan-Bumi berada dalam satu garis lurus dan piringan Bulan lebih besar dari piringan Matahari, terjadilah suatu peristiwa Gerhana Matahari Total. Di akhir tahun 2012, peristiwa tersebut akan teramati di bagian utara Australia dan Samudra Pasifik bagian selatan dengan waktu puncaknya pada 05:12 WIB. (NASA Map and Eclipse Information) 

17 November 2012: Puncak Hujan Meteor Leonids
Dini hari diarah langit timur sekitar rasi Leo terbentang puing-puing komet 55p/Tempel-Tuttle sejak 6 hingga 30 November. Kemudian puing-puing tersebut akan menghujam Bumi sebagai meteor sebanyak 15 an meteor tiap jam waktu puncaknya.
28 November 2012: Gerhana Bulan Penumbral
Seluruh bagian Bulan akan berada dalam bayangan penumbra Bumi pukul 21:32 WIB. Ketika itu Bulan akan terlihat sedikit meredup seakan tidak terjadi gerhana. Gerhana kali ini akan terlihat di sebagian besar Eropa, Timur Afrika, Asia, Australia, Samudra Pasifik, dan Amerika Utara. (NASA Map and Eclipse Information)
28 November 2012: Bulan Purnama

Desember

03 Desember 2012: Oposisi Jupiter
Planet termasif di tata surya akan berada pada jarat terdekat (4.0689 AU) dari Bumi. Saat ini lah waktu yang paling tepat mengamati Jupiter dengan atau tanpa alat bantu. Jika dilihat langsung, Jupiter akan terlihat sebagai bintang putih terang yang menghiasi langit sepanjang malam.
05 Desember 2012: Merkurius Elongasi Barat
Ketika Matahari terbit, Merkurius akan menghiasi langit timur dengan ketinggian 20.6°.
13 Desember 2012: Bulan Baru

14 Desember 2012: Puncak Hujan Meteor Geminids
Dengan hipotesis bahwa asteroids 3200 Phaethon mengemisikan debu ketika mengorbit Matahari, terjadilah hujan meteor Geminids sejak 7 hingga 17 Desember. Dari rasi Gemini, diperkirakan akan melintas 120 meteor tiap jam saat puncaknya. Fase Bulan baru kian mendukung pengamatan dengan langit yang gelap tahun ini.
21 Desember 2012: Solstice Desember
Kutub Selatan Bumi akan condong ke arah Matahari sehingga Matahari berada pada titik balik selatan (Tropic of Capricorn) dengan deklinasi -23,44°. Peristiwa ini menandai awal musim dingin (winter solstice) di belahan Bumi Utara dan awal musim panas (summer solstice) di belahan Bumi Selatan.
28 Desember 2012: Bulan Purnama

Kami akan membahas setiap event astronomis secara lebih detail, jadi terus kunjungi www.tirtoonline.co.cc untuk mendapat informasi yang lebih aktual.

Situs referensi:
http://eclipse.gsfc.nasa.gov/skycal/skycal.html
http://www.pyxis.astronomy.com.ph/calendar/
http://www.seasky.org/
READ MORE - Kalender Astronomi Tahun 2012

7 Negara Yang Paling Sering Dikunjungi Oleh “Alien”

Category:
Negara Yang Sering Dikunjungi Alien
Berikut ini adalah daftar tujuh besar negara-negara yang paling sering dikunjungi oleh Alien dengan spaceshipnya yang telah disusun berdasarkan penelitian yang dilakukan khusus :
1. Indonesia
Anda tidak akan pernah mengira jika Indonesia termasuk kedalam daftar ini, namun Indonesia telah melaporkan jumlah yang sangat banyak terkait penampakan UFO tiap tahunnya. Insiden yang mengagumkan adalah ketika TNI AU mengejar UFO di Surabaya dan berusaha menembaknya, namun UFO itu berhasil menghindar. Walaupun tidak ada insiden UFO yang terkenal dan cukup besar di Indonesia, penampakan yang kecil sudah cukup untuk memasukanya ke dalam daftar 10 besar ini.
2. Perancis
Pada tahun 2007 pemerintah perancis membuat pergerakan yang belum pernah dilakukan sebelumnya yaitu menyusun semua file UFO dari masa lalu, sekarang, hingga untuk yang akan datang dan berharap bahwa ufologi akan dapat memberikan penjelasan yang tidak dapat mereka jelaskan sebelumnya.
3. Jerman
Beberapa penampakan UFO yang paling awal terjadi pada perang dunia II. Semua pilot dibuat bingung oleh kemunculan foo fighters yang aneh. Desas-desusnya adalah bahwa Nazi bereksperimen dalam hal ini.
4. Kanada
Banyak kejadian di negara ini, mulai dari sesuatu yg aneh menghilang di hutan atau lingkaran tanaman yang aneh. Kadang-kadang seseorang terluka olehnya seperti Stefan Micholak. Ia mengklaim mendapat luka bakar oleh knalpot reaktor UFO pada tahun 1967. Hal yang paling terkenal di Kanada adalah Insiden Shag Harbour di Nova Scotia dimana objek tak dikenal jatuh di perairan tersebut.
5. Inggris Raya
Inggris dapat dikatakan sebagai “Pusat Crop Circle” di Bumi. Khususnya di baratdaya negara itu dan di kerajaan yg berbatasan dengan Wales. Situs bersejarah yang paling terkenal dan berkaitan dengan UFO adalah monumen Stonehenge. Pada tahun 2008, Inggris membeberkan 4000 halaman penampakan ETI.
6. Meksiko
Meksiko, dikenal sebagai salah satu hotspot UFO di dunia. Terbukti oleh beberapa monumen kunonya yg berbau Ekstraterrestrial.
7. China
Cina (dan daerah otonom Tibet) memiliki sejarah yang panjang berkaitan tentang kehidupan alien, dengan beberapa penampakan sejak ribuan tahun. mitos kuno yang bercerita tentang mesin yang terbang (kadang-kadang disebut sebagai mutiara dari langit), kadang-kadang dibuat oleh manusia, tetapi lebih sering oleh para dewa. Beberapa pengamat UFO, khususnya Hartwig Hausdorf, telah berspekulasi bahwa banyak kisah dalam mitologi Cina dimana naga memang bisa merujuk kepada Ekstraterrestrial. kaisar Cina kadang-kadang ditangkap dan dibawa untuk naik kereta terbang yang ditarik oleh naga, dan dewa-dewa sendiri dikatakan telah turun dari langit dengan naga. Satu kaisar bahkan mencapai keabadian karena diambil naga dan dibawa terbang ke langit. Hartwig Hausdorf bahkan telah pergi begitu jauh dengan menunjukkan bahwa seluruh peradaban Cina telah dibangun di sekitar pengaruh ekstra pembawa budaya terestrial.
Baru-baru ini, langit Cina akan terlihat lebih tenang, meskipun pengaruh rezim komunis pembungkam China telah membuatnya sulit untuk mengetahuinya dengan pasti. Revolusi Kebudayaan membuat rekaman bukti UFO mustahil dipublikasikan. Negara Yang Sering Dikunjungi Alien
READ MORE - 7 Negara Yang Paling Sering Dikunjungi Oleh “Alien”

10 Penemuan NASA yang Kita Gunakan Sehari-Hari

Category:
Terkadang, kita menggunakan benda-benda sehari-hari dengan enjoy saja tanpa tidak tahu/mau tahu tentang seluk beluk benda tersebut seperti penemunya, cara kerja mekaniknya dan teknologi yang digunakan. Akan tetapi berkat kerja keras para ilmuwan dari NASA atau National Aeronautics and Space Administration yang meneliti dan melakukan segala daya upaya untuk mengembangkan peralatan angkasa luar, maka jadilah teknologi tersebut teraplikasi pada benda-benda yang mungkin kamu gunakan tiap harinya. Berikut ini saya menginformasikan 10 penemuan teknologi dari NASA yang kebanyakan kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Penemuan pertama: Filter Air.

Air, adalah zat yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Karena manusia tak dapat hidup tanpa air, kemampuan untuk menyuling air kotor menjadi air bersih adalah pencapaian yang luar biasa dari ilmu pengetahuan.
Para astronot butuh cara untuk mendapatkan air bersih di luar angkasa, karena bakteri dan penyakit dapat menjadi lebih mematikan di angkasa. Teknologi penyaringan air telah dikenal sejak awal 1950an, tetapi NASA ingin mengetahui bagaimana memurnikan air pada situasi yang ekstrim dan menjaga air tetap bersih untuk periode yang lama.
Jika kau melihat filter air, kau biasanya dapat menemukan bongkahan-bangkahan kecil arang di dalam filter. Terkadang, ketika kamu pertama kali menggunakan filter air, kamu akan menemukan flek hitam kecil dari bongkahan-bongkahan itu. Arang ini diaktivkan dan mengandung ion-ion perak yang menetralkan bakteri pathogen dalam air. Bersamaan dengan membunuh bakteri dalam air, filter juga menekan pertumbuhan bakteri. Perusahaan-perusahaan besar telah menerapkan teknologi ini dan telah membawa pada kita sistem penyaringan air. Jutaan orang telang menggunakan filter air dirumah mereka tiap hari.
2. Penemuan kedua: Peralatan-Peralatan Tanpa Kabel.

Ketika kamu membersihkan debu dan kotoran di lantai rumah menggunakan penyedot debu tanpa kabel, kau sedang menggunakan teknologi yang sama dengan yang digunakan astronot di bulan. Meskipun Black & Decker telah menemukan pertama kalinya alat-alat bertenaga batterai pada tahun 1961, penemuan yang mirip dari NASA menyempurnakan teknologi dari Black & Decker seperti instrumen medis nirkabel atau penyedot debu bentuk genggam dan lain-lain.
Pada pertengahan 1960an, dalam persiapan misi Apollo ke bulan, NASA memerlukan alat untuk mengambil sampel dari batuan dan tanah di bulan. Bor menjadi kecil dan ringan, kompak dan cukup bertenaga untuk menggali lebih dalam permukaan bulan. Karena mencari colokan listrik di bulan sangatlah tidak mungkin, NASA dan Black & Decker menemukan dan mengembangkan alat-alat bertenaga batterai, bor magnet. Digunakan dalam konteks lingkungan luar angkasa, Black & Deckermengembangkan sebuah program komputer untuk peralatan yang mengurangi konsumsi daya dan memaksimalkan penggunaan batterai.
Setelah proyek NASA, Black & Decker mengaplikasikan prinsip kerja peralatan tadi untuk membuat peralatan lain menjadi bertenaga batterai yang dapat digunakan masyarakat sehari-hari.
3. Penemuan ketiga: Lapisan Khusus Pada Jalan.

Lapisan pada jalan raya ini memungkinkan gaya gesek yang lebih tinggi terhadap ban untuk menekan jumlah kecelakaan akibat tergelincir. Nah lapisan ini pada awalnya digunakan oleh NASA pada lapangan udara tempat pesawat ulak alik mendarat.
Sekarang, banyak jalan-jalan tol diseluruh dunia menggunakannya untuk menambah gaya gesek pada ban sehingga grip lebih kuat. Inti permasalahannya adalah menjadikan pijakan tidak licin meski terdapat air sekalipun pada permukaannya. Contoh, pada kolam renang modern juga terdapat lapisan ini pada tepiannya.
4. Penemuan keempat: Detektor Asap Yang Dapat Disetel.

Dimana ada asap, pasti ada api. Para insinyur NASA tahu pakta simpel itu ketika mereka mendesain Skylab pada tahun 1970an. Skylab adalah stasiun luar angkasa pertama milik Amerika, dan para astronot harus tahu jika api dan asap tidak boleh ada di dalam ruangan stasiun. Bekerja sama dengan perusahaan Honeyball, NASA menemukan detektor asap pertama dengan tingkat kesensitifitasan yang berbeda-beda untuk menekan kesalahan bunyi alarm.
Untuk memasarkan pada konsumen, produk ini dinamakan ionization smoke detector. Yang berarti alat ini menggunakan sebuah elemen radio aktif bernama americium-241 untuk mendeteksi asap dan gas berbahaya. Ketika partikel bersih(oksigen dan nitogen) bergerak melalui detektor, americium-241 mengionisasi partikel tersebut, yang menghasilkan partikel elektrik. Jika partikel asap memasuki detektor, asap akan mengganggu interaksi detektir dan oksigen, dan kemudian memicu alarm untuk berbunyi.
5. Penemuan kelima: Telekomunikasi Jarak Jauh.
Telepon jarak jauh mungkin sudah bukan hal asing bagi sebagian besar kita. Telepon seluler dan sarana layanan melalui VoIP telah menjadi teknologi murah meriah sekarang ini. Meski penemu telepon bukanlah orang NASA, akan tetapi yang dimaksud telekomunikasi jarak jauh disini bukan sekedar telepon saja. Bahkan teknologi itu dikembangkan beberapa dekade lamanya.
Sebelum manusia dikirim ke luar angkasa, NASA membangun satelit-satelit yang dapat dikomunikasikan dengan manusia di bumi dan menunjukkan seperti apa luar angkasa itu. Menggunakan teknologi satelit yang sama, sekitar 200 satelit komunikasi diorbitkan di luar angkasa setiap harinya. Satelit-satelit ini mengirim dan menerima pesan. Satelit-satelit ini membuaat kita dapat menelepon teman kita di Italia sementara kita berada di Indonesia. NASA mengawasi lokasi dan kondisi tiap satelitnya dan memastikan kita dapat menikmati sarana komunikasi jarak jauh setiap harinya.
6. Penemuan keenam: Teknologi Sol Sepatu.

Saat ini sepatu athletik mengadopsi teknologi dari sepatu boot yang digunakan Neil Armstrong. Bagaimana bisa?
Seluruh pakaian luar angkasa didesain untuk misi Apollo termasuk desain sepatunya. Sepatu yang dipakai para astronot menggunakan pegas kecil yang ditanamkan dalam bagian bawah sepatu. Pegas ini membantu para astronot untuk melangkah lebih nyaman di bulan. Berbagai perusahaan sepatu athletik mengadopsi teknologi ini untuk membuat sepatu yang dapat mengurangi dampak buruk pada kaki dan persendian di kaki.
Pada pertengahan 1980an, perusahaan sepatu KangaROOS USA mengaplikasikan prinsip kerja teknologi ini dan material yang dipakai sepatu astronot pada jajaran model sepati athletik baru yang diproduksi secara masal. Dengan bantuan dari NASA, KangaROOS mematenkan teknologi busa Dynacoil three-dimensional polyurethane yang mendistribusikan gaya pada kaki yang timbul ketika berjalan atau berlari. Dengan mencampurkan serat kedalam bahan busa, sepatu KangaROOS menyerap energi dari kaki yang menghantam landasan/jalan, dan memantulkan kembali energi itu ke kaki.
Sekarang, perusahaan-perusahaan sepatu lain, AVIA, juga menggunakan teknologi sepatu astronot pada sepatu athletik.
7. Penemuan ketujuh: Thermometer Telinga.

Memeriksa suhu badan ketika sakit dapat menjadi sebuah pekerjaan yang rumit. Thermometer standard(mercury) sangat sulit untuk dibaca, dan jenis yang rektal sungguh tidak nyaman untuk digunakan. Pada tahun 1991, thermometer inframerah yang ditempatkan pada telinga merubah segala kesulitan tadi, menyederhanakan dan mempercepat proses pemeriksaan.
Diatek, yang mengembangkan jenis thermometer ini, melihat bahwa lamanya waktu perawat dalam memeriksa suhu sangatlah perlu penanganan. Sekitar satu milyar kali pengecekkan suhu yang terjadi di rumah sakit di Amerika yiap tahunnya, perusahaan berpikir untuk menyelamatkan waktu yang berharga dan terbuag dalam pengecekkan dengan menggunakan mercury. Sebagai pengganti, Diatek mengambil keuntungan dari teknologi NASA tentang kemajuan dalam bidang teknologi suhu bintang dengan teknologi inframerah.
Bersama dengan laboratorium Jet Propulsion milik NASA, perusahaan Diatek menemukan sensor inframerah yang layak untuk ditanamkan dalam thermometer. Thermometer telinga dengan sensor infra merah mengambil suhu pada telinga yang dikeluarkan oleh gendang telinga pada lubang telinga. Karena gendang telinga berada pada bagian dalam tubuh, gendang telinga bersuhu sama dengan suhu dalam tubuh alias lebih presisi dalam hasil yang terdeteksi. Thermometer infra merah yang berada di rumah sakit dapat mengukur suhu kurang dari 2 detik.
8. Penemuan kedelapan: Busa.

NASA membantu orang-orang tidur lebih nyenyak pad malam hari. Busa tamper diproduksi oleh beberapa perusahaan dalam banyak merk. Padahal aslinya diproduksi untuk penerbangan ke luar angkasa.
Pada awalnya, busa dibuat untuk jok kursi pesawat luar angkasa untuk mereduksi getaran dan hantaman saat mendarat. Busa itu sendiri terbuat dari sejenis plastik polyurethane-silikon. Busa ini dapat menyerap ketaran dan tekanan bahkan jika busa harus digencet sampai menjadi 1/10 ukuran semula.
Tapi sekarang, pemakaian busa itu tak hanya oleh penerbangan luar angkasa, akan tetapi juga dipakai pada jok mobil dan sofa dirumah dan tempat tidur.
Dalam bidang kesehatan, dokter bedah tulang juga menggunakan komposisi busa khusus ini untuk membiat bantalan pada sendi antara tulang.
9. Penemuan kesembilan: Lensa Anti-Gores.

Jika kamu menjatuhkan kacamata ke lantai, lensanya kadang tidak akan pecah. Itu karena pada tahun 1972, badan administrasi pangan memilih pembuatan lensa dengan plastik dari pada dengan kaca. Plastik lebih murah, lebih baik dalam menyerap radiasi sinar ultraviolet, lebih ringan, dan tidak mudah pecah. Tetapi, plastik juga mempunyai kelemahan. Plastik yang belum diberi lapisan sangat mudah tergores, dan goresan tersebut dapat mengganggu penglihatan.
Karena partikel kotor juga ada di lingkungan luar angkasa, NASA membutuhkan lapisan khusus untuk melindungi peralatannya, seperti visor helm yang dipakai para astronot. Mangambil kesempatan, Foster-Grant sebuah perusahaan manufaktur kacamata membeli hak cipta dari NASA untuk teknologi ini. Lapisan khusus membuat lensa plastik sepuluh kali lebih tahan terhadap goresan dari pada lensa yang tak diberi lapisan.
10. Penemuan kesepuluh: Kawat Gigi Yang Tak Terlihat.

Banyak dari remaja yang memakai kawat gigi dewasa ini. Menyebabkan mulut terlihat penuh dengan kawat. Tapi tidak akan lagi di masa depan, karena kawat gigi tak terlihat telah memasuki pasar pada tahun 1987, dan sekarang telah banyak jenisnya dan merknya juga.
Kawat gigi tak terlihat dibuat dari bahan bernama translucent polycrystalline alumina (TPA). Perusahaan bernama Ceradyne mengembangkan TPA bekerjasama dengan riset lanjutan NASA dalam bidang keramik untuk melindungi antena inframerah pada radar misil.
Beberapa waktu kemudian, perusahaan lain bernama Unitek mengembangkan desain baru untuk kawat gigi. Desain itu lebih estetis dan nyaman serta tikak mengkilap. Kawat gigi jenis ini ditemukan bahwa TPA dapat menjadi bahan yang tepat karena cukup kuat untuk menahan gigi dan tidak mengkilap, menjadikan TPA digunakan untuk memproduksi kawat gigi tak terlihat. Karena kepopulerannya yang instan, kawat gigi tak terlihat menjadi produk yang paling sukses dalam bidang industri orthodontik.
READ MORE - 10 Penemuan NASA yang Kita Gunakan Sehari-Hari

Komet dan Samudera, Sebuah Benang Merah

Category:
Bumi adalah sebuah keajaiban semesta. Pada masa awal tata surya, Matahari berada dalam fase T–Tauri yang dramatis sehingga membuat senyawa–senyawa gampang menguap seperti air, hidrogen, helium, metana, amoniak, nitrogen, karbon monoksida dan karbondioksida terusir dari permukaan planet–planet terestrial bersama sisa gas dan debu yang membentuk tata surya. Fase T–Tauri menyebabkan Matahari meradiasikan angin Matahari jauh lebih intens dan melepaskan panas dengan intensitas lebih besar, sehingga pada orbit Bumi saja suhunya diestimasikan sebesar 2.000° Celcius atau 100 kali lebih panas dibanding sekarang.
Maka menjadi sebuah pertanyaan besar, mengapa kini Bumi demikian berlimpah dengan air? Sebab ganasnya lingkungan tata surya purba pada saat Matahari menjalani fase T–Tauri hanya akan menyisakan senyawa–senyawa silikat saja di Bumi. Sementara air terusir jauh–jauh sampai ke jarak 600 hingga 750 juta km dari Matahari. Dan dibandingkan planet–planet terestrial tetangganya, hanya di Bumi air berada dalam wujud cair dan berlimpah. Sangat berbeda dengan Mars, yang hanya bisa dijumpai adanya jejak–jejak aliran air purba di permukaannya dengan siklus pembasahan sekitar setengah hingga sejuta tahun sekali. Pun demikian Merkurius, dimana air bahkan hanya bisa dijumpai pada kawasan sangat terbatas di kedua kutubnya sebagai bekuan abadi (permafrost).
Darimana air di Bumi berasal menjadi pertanyaan besar yang terus menggayuti benak astronomi. Air diketahui tersedia berlimpah di kawasan pinggiran tata surya, tersimpan sebagai bekuan (es) pada kometisimal–kometisimal yang menghuni awan komet Opik–Oort maupun sabuk Kuiper–Edgeworth. Satu–satunya mekanisme yang memungkinkan mengangkut air dari kawasan ini ke bagian dalam tata surya, khususnya ke planet–planet terestrial dan lebih khusus lagi ke Bumi hanyalah tumbukan benda langit. Dalam hal ini adalah tumbukan komet dengan Bumi. Meski tumbukan komet selalu diikuti pelepasan energi sangat besar yang ditandai munculnya bola api tumbukan bersuhu sangat tinggi, namun distribusi suhunya tidaklah homogen sehingga hanya sebagian kecil saja air dalam komet yang terurai menjadi hidrogen dan oksigen. Sisanya tetap berupa air meski dalam wujud uap. Jejak kawah di Bulan menyajikan bukti telanjang bahwa Bumi purba pernah mengalami periode paling riuh dalam tumbukan dengan komet, yang dikenal sebagai Periode Hantaman Besar. Hantaman Besar berlangsung 4,2–3,8 milyar tahun silam, dengan jumlah tumbukan komet per satuan waktu adalah sangat besar hingga sejuta kali lipat dari nilai sekarang.
Inti komet Hartley 2 dari jarak 700 km. Sumber : NASA, 2010
Namun komet dari mana yang berperan mengguyurkan air ke Bumi? Kini teka–teki itu mulai sedikit terkuak seiring publikasi hasil observasi terhadap komet Hartley 2 oleh para astronom Eropa yang bersenjatakan teleskop landas bumi Herschel. Komet yang melintas di dekat Bumi pada November 2010 lalu ternyata memiliki sidik jari nyaris identik dengan air di Bumi.
Berbeda dengan observasi in–situ seperti yang dilakukan NASA lewat misi EPOXI (Extrasolar Planet Observation and Deep Impact Extended Investigation) yang bertulangpunggungkan wahana antariksa veteran Deep Impact, observasi Herschel lebih menekankan pada komposisi air khususnya rasio air berat terhadap air ringan (air normal) dalam coma Hartley 2. Air berat merupakan istilah populer bagi D2O, yakni molekul identik air yang atom–atom hidrogennya digantikan oleh atom deuterium, yakni atom hidrogen yang inti atomnya berupa 1 proton + 1 neutron. Sementara air ringan adalah air biasa atau H2O. Rasio antara air berat terhadap air ringan, atau lebih spesifik lagi antara atom deuterium terhadap atom hidrogen, merupakan sidik jari bagi air.
Air di Bumi mengandung 1.558 atom deuterium dalam setiap 10 juta atom hidrogen. Sidik jari ini sangat berbeda dibandingkan air pada enam komet yang telah diobservasi sebelumnya dan diyakini berasal dari awan komet Opik–Oort, salah satunya komet Halley. Air pada komet–komet tersebut mengandung atom deuterium lebih besar yakni 2.960 atom deuterium per 10 juta atom hidrogen. Angka ini nyaris dua kali lipat sidik jari air di Bumi, sehingga jelas air di Bumi tidak berasal dari kometisimal–kometisimal awan komet Opik–Oort.
Yang mengejutkan, justru sidik jari air di meteorit karbon kondritik yang lebih mendekati sidik jari air di Bumi, yakni dengan komposisi sekitar 1.400 atom deuterium dalam setiap 10 juta atom hidrogen. Namun meteorit tipe ini merupakan pecahan asteroid, khususnya asteroid kelas M yang terletak di Sabuk Asteroid Utama. Asteroid M terdistribusi pada jarak antara 300 hingga 600 juta km dari Matahari dengan konsentrasi terbanyak pada jarak sekitar 450 juta km. Meskipun air pada masa tata surya purba, khususnya saat Matahari menjalani fase T–Tauri, berada pada jarak antara 600 hingga 750 juta km dari Matahari sehingga sebagian populasi asteroid M tercakup didalamnya, namun jumlahnya cukup kecil sehingga tidak memungkinkan mencukupi suplai air ke Bumi.
Sidik jari air di komet Hartley 2 berdasarkan observasi teleskop landas bumi Herschel. Sumber : Space.com, 2011
Observasi teleskop landas bumi Herschel dengan memanfaatkan instrumen Heterodyne Instrument for the Far Infrared menyajikan fakta : air di komet Hartley 2 mengandung 1.610 atom deuterium per 10 juta atom hidrogen. Sidik jari ini nyaris identik dengan sidik jari air di Bumi. Dan dengan fakta bahwa komet Hartley 2 berasal dari kometisimal sabuk Kuiper–Edgeworth, maka untuk sementara dapat disimpulkan bahwa air di Bumi memang datang dari kawasan ini. Inilah benang merah itu.
Dengan data terbaru ini maka kita mampu merekonstruksikan datangnya air ke Bumi dengan sedikit lebih baik. Peristiwa tersebut terjadi pada saat Periode Hantaman Besar, yang disebabkan oleh migrasi planet–planet gas. Saturnus, Uranus dan Neptunus purba bergerak lebih menjauh terhadap Matahari dibanding lokasi pembentukannya, sementara Jupiter purba justru sebaliknya yakni lebih mendekat ke Matahari. Migrasi ini menyebabkan planetisimal–planetisimal mini yang berada di antaranya dipaksa hengkang dari lokasi pembentukannya. Sebagian dihentakkan keluar menjauhi Matahari hingga menyusun sabuk Kuiper–Edgeworth. Namun sebagian lainnya dipaksa melesat menuju kawasan tata surya bagian dalam sehingga menghujani planet–planet terestrial.
Pada periode ini, Bumi diperkirakan menerima sedikitnya 70 trilyun ton air, yang memungkinkan untuk menciptakan samudera pertama. Planet–planet terestrial lainnya pun mengalami hal serupa. Hanya saja baik Mars, Venus maupun Merkurius tidaklah seberuntung Bumi sehingga air tak dapat bertahan lama di permukaan planet–planet tersebut.

http://langitselatan.com/2011/10/07/komet-dan-samudera-sebuah-benang-merah/
READ MORE - Komet dan Samudera, Sebuah Benang Merah

Hujan Meteor Orionid 2011

Category:
ulan Oktober 2011 merupakan bulan yang dipenuhi oleh berbagai kegiatan astronomi di Indonesia. Hal ini tak lain karena di buln Oktober 2011, insitusi pendidikan tinggi Astronomi merayakan 60 tahun berlangsungnya pendidikan tinggi astronomi di Indonesia. Di sela-sela kesibukan tersebut seperti biasa, di penghujung bulan Oktober Hujan Meteor Orionid kembali mengunjungi para pecinta langit saat Bumi melintasi sisa debu ekor komet Halley.
Hujan meteor Orionid akan tampak berasal dari Rasi Orion si Pemburu. Kredit : Starwalk
Hujan meteor Orionid yang berlangsung dari tanggal 15 Oktober – 29 Oktober tersebut diperkirakan akan mencapai puncaknya pada tanggal 21 – 22 Oktober atau lebih tepatnya diperkirakan berlangsung tanggal 21 Oktober 2011 jam 21.00 UT atau 04.00 wib.  Saat malam puncak hujan meteor Orionid, Bulan sedang berada pada tahap kuartir akhir (32%) dan baru terbit setelah lewat tengah malam atau pada pukul 1 dini hari.  Saat Bulan terbit, Orion rasi yang menjadi radian hujan meteor sudah berada cukup tinggi.
Pengamatan Hujan Meteor Orionid
Rasi Orion sendiri terbit sekitar jam 11 malam karena itu carilah lokasi yang cukup tinggi untuk dapat menikmati hujan meteor tanpa gangguan Bulan, 2 jam sebelum Bulan terbit. Setelah Bulan terbit, pengamat langit masih bisa menikmati hujan meteor meski jadi tidak terlalu optimal. Pada saat puncak diperkirakan meteor yang bisa dilihat sekitar 30 meteor per jam.
Lokasi Orionid saat Bulan telah terbit. Kredit : Starwalk
Hujan meteor orionid bisa dilihat tampak datang dari rasi Orion yang berada di arah timur-laut. Waktu terbaik untuk melakukan pengamatan Orionid mulai dari tengah malam sampai menjelang fajar. Selain Hujan meteor Orionid, para pecinta langit juga bisa menikmati Nebula Orion, Planet Mars, Planet Jupiter, dan bintang-bintang terang seperti Rigel, Betelguese, Sirius dll.
Pengamatan sebaiknya dilakukan dari area yang bebas polusi cahaya.
Tampak Orionid, eta-Geminid, Bulan, Mars, dan bintang-bintang terang di Orion. Kredit : Starwalk
Sejarah Hujan Meteor Orionid
Hujan meteor orionid pertama kali ditemukan oleh E.C. Herrick (Connecticut, USA) pada kisaran tahun 1839 saat ia membuat pernyataan ambisius bahwa aktivitas hujan meteor tersebut terjadi tanggal 8 – 15 Oktober. Pernyataan yang serupa kembali terlontar di tahun 1840 saat ia berkomentar kalau “waktu yang tepat dari hujan meteor dengan frekuensi yang besar di Bulan Oktober masih belum betul-betul diketahui, namun kemungkinannya aktivitas meteor tersebt bisa ditemukan antara tanggal 8 – 25 Oktober”.
Pengamatan hujan meteor Orionid secara presisi pertama kali dilakukan oleh A. S. Herschel pada tanggal 18 Oktober 1864 saat 14 meteor ditemukan tampak berasal dari rasi Orion. Dan di tahun 1865 tanggal 20 Oktober, Herschel mengkonfirmasi radian hujan Meteor tersebut memang berasal dari Rasi Orion.

http://langitselatan.com/2011/10/20/hujan-meteor-orionid-2011/
READ MORE - Hujan Meteor Orionid 2011

Indonesia Raih Medali di Olimpiade Astronomi

Category:


Tim Indonesia berhasil meraih medali dalam ajang International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) ke 5 yang berlangsung 25 Agustus hingga 4 September di Polandia. Sebanyak 134 siswa dari 26 negara yang ikut serta dalam ajang ini berhasil disisihkan.

Adapun, sesuai siaran pers yang diterima Kompas.com, medali yang berhasil diraih adalah 2 medali perak dan 1 medali perunggu. Peraih medali perak adalah Raymond Djajalaksana, pelajar SMA Ipeka Sunter dan Ko Matias Adrian Kosasih, pelajar SMA Negeri 5 Bekasi. Sementara periah medali perunggu adalah Muhamad Wildan Ghifari dari SMA Semesta Semarang.

Dengan kemenangan ini, maka 3 dari 5 peserta yang dikirim oleh Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) berhasil membawa oleh-oleh membanggakan bagi bangsa. Dua peserta lain yang ikut serta adalah Miftahul Hilmi dari SMA Negeri 1 Gresik dan James Lim dari SMAK Petra Surabaya.

IOAA adalah ajang kompetisi dalam bidang astronomi dan astrofisika bagi pelajar sekolah menengah. Ajang yang berhasil digelar tahun ini adalah prakarsa pemerintah Provinsi Silesia Polandia dan didukung oleh Kementerian Pendidikan Polandia.

Seluruh ronde perlombaan tahun ini dijalani di Planetarium Silesia. Selama mengikuti kompetisi ini, peserta Indonesia didampingi oleh Team Leader yang terdiri dari Dr Hakim L Malasan dan Mohammad Ikbal Arifyanto dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Rizal Alfian S.Kom M.Si dari Direktorat Pembinaan SMA Kemdiknas.

Peserta menginap di kota Katowice dan Team Leader di kota Krakow. Keduanya memiliki agenda masing-masing selama lomba. Selain kebanggaan karena meraih medali, Indonesia juga bisa berbangga sebab Dr Chatief Kunjaya terpilih sebagai Presiden IOAA untuk periode 2012 - 2016.

Dr Chatief terpilih secara mutlak, 47 suara, dalam acara Agenda Pemilihan Presiden dan Sekertaris Jenderal IOAA. Dengan terpilihnya Dr Chatief Kunjaya, Indonesia bisa semakin berharap agar astronomi lebih maju. Peserta dan Team Leader akan kembali ke tanah air Senin (5/9/2011) malam besok.

Kemenangan kali ini bisa menjadi motivasi untuk kembali berjaya di IOAA 6 yang akan berlangsung di Rio de Janeiro, Agustus, tahun depan.

[kompas.com
READ MORE - Indonesia Raih Medali di Olimpiade Astronomi

Bintang Meledak di Lengan Galaksi Whirlpool (M51)

Category:
Sebuah peristiwa bintang meledak atau supernova teramati telah terjadi di galaksi Whirlpool alias galaksi Pusaran. Galaksi Whirlpool atau galaksi M51 menurut katalog Charles Messier merupakan galaksi yang amat populer dalam astronomi, sebab mudah diamati dengan binokuler kecil (magnitud visualnya +8,4) dan menampakkan struktur spiral mirip pusaran air yang amat elok (dari sinilah nama Whirlpool atau Pusaran berasal). Karenanya sebuah anomali dalam galaksi ini sontak mendapatkan perhatian luas. Pun demikian dengan supernova kali ini, yang berdasarkan tatanama astronomi dinamakan SN 2011dh.
Supernova SN 2011dh pertama kali dideteksi Amedee Riou, astronom amatir dari Perancis, pada 31 Mei 2011, tatkala menyadari hadirnya sebuah bintang dengan magnitud visual +14 di salah satu lengan galaksi Whirlpool. Perbandingan dengan citra galaksi Whirlpool yang tiga minggu sebelumnya menunjukkan bintang tersebut awalnya tidak ada. Riou kemudian melaporkan eksistensi bintang tersebut sebagai kemungkinan supernova, yang dikodekan sebagai PSN J13303600 + 4706330. Obyek yang sama juga dilihat Thomas Griga, astronom amatir Jerman, pada 1 Juni. Konfirmasi diperoleh dari observasi Tom Reiland (AS)  dan Stephane Lamotte Bailey (Perancis) pada 2 Juni.
Supernova SN 2011dh memiliki deklinasi +47? 10’ 11” dan ascensio recta 13j 30m 5,1d (J2000,00). Relatif terhadap pusat galaksi Whirlpool supernova ini terletak di 2,3’ sebelah timur dan 1,5’ sebelah selatan. Secara visual supernova ini berada di tengah–tengah sepasang bintang terang yang menghiasi sisi selatan galaksi. Observasi lanjutan oleh Palomar Transient Factory dan Galaxy Zoo Supernova Project menunjukkan supernova ini memiliki magnitud visual +13,5 dan spektrumnya konsisten dengan ciri–ciri supernova tipe II, yakni supernova yang diikuti dengan keruntuhan inti bintang leluhurnya. Spektrum puing–puing supernova SN 2011dh mengembang menjauhi lokasi bintang leluhurnya ke segala arah dengan kecepatan 17.600 km/detik.
Posisi galaksi Whirlpool relatif terhadap bintang terang Alkaid yang ada di ujung teratas rasi bintang Biduk (Ursa Mayor). Disimulasikan dengan Starry Night.
Analisis Weidong Li dan rekan–rekannya dari University of California Berkeley menunjukkan bintang leluhur supernova SN 2011dh kemungkinan terekam dalam database citra teleskop ruang angkasa Hubble yang diambil pada bulan April 2005 lewat instrumen Advanced Camera for Survey (ACS). Obyek tersebut terletak pada deklinasi +47? 10’ 11,55” ascensio recta 13j 30m 5,119d (J2000,00) dengan ketidakpastian posisi hanya 0,09”. Obyek ini memiliki magnitud visual +21,8 dengan ciri–ciri spektrum konsisten dengan spektrum bintang superraksasa kuning yang massif dengan massa 18–24 Matahari. Namun Li juga menggarisbawahi bintang leluhur supernova SN 2011dh bisa juga merupakan gerombolan bintang padat dengan bintang yang meledak sebagai salah satu anggotanya. Bisa juga bintang leluhur itu tersembunyi di balik obyek ini. Untuk memastikannya, analisis lebih lanjut terus dilakukan.
Galaksi Whirlpool adalah salah satu obyek favorit bagi para astronom amatir. Terletak di dalam rasi bintang Canes Venatici dan berdekatan dengan perbatasan rasi Biduk/Beruang Besar (Ursa Mayor) yang menghiasi langit utara dengan Big Dipper–nya, galaksi Whirlpool telah menarik perhatian manusia sejak 170 tahun silam saat pertama kali disketsa Third Earl of Rosse di Birr Castle (Irlandia) lewat observasi berbasis teleskop pemantul 180 cm. Pada saat ini bila dilihat dari Indonesia, galaksi Whirlpool telah bertengger tinggi di langit utara saat Matahari terbenam dan baru akan lenyap dari pandangan pada pukul 02:00 WIB. Untuk mencari galaksi ini bisa berpatokan pada bintang terang Alkaid (magnitud visual +2) yang terletak di ujung atas rasi Biduk. Dari bintang ini galaksi Whirlpool terletak 3,5? di sebelah baratnya.
Galaksi Whirlpool terletak 31 juta tahun cahaya dari Bumi dan spektrumnya menunjukkan tanda–tanda geseran merah (redshift) yang berkorelasi dengan kelajuan 600 km/detik menjauhi Bumi seiring ekspansi jagat raya. Pusat galaksi Whirlpool nampak cukup cemerlang dan diduga terdapat lubang hitam supermassif didalamnya. Galaksi ini bertetangga dengan galaksi NGC 5195 yang lebih kecil. Cukup mengesankan, meskipun kecil namun gangguan gravitasi galaksi NGC 5195 yang menyebabkan terjadinya pembentukan bintang–bintang di dalam galaksi Whirlpool.
Supernova merupakan salah satu tahap krusial yang harus dilalui bintang–bintang dalam perjalanan hidupnya. Sebuah bintang pada dasarnya eksis karena adanya keseimbangan antara tekanan radiatif produk reaksi fusi termonuklir di intinya dengan tarikan gravitasi akibat massanya sendiri. Namun keseimbangan ini tidak bertahan terus–menerus. Tatkala mulai kehabisan Hidrogen, gravitasi membuat bintang mengerut dan mulailah reaksi fusi Helium memproduksi Karbon berlangsung sehingga bintang mengembang kembali. Situasi yang sama pun berulang saat Helium habis sehingga reaksi fusi Karbon mulai berlangsung.
Bintang leluhur supernova SN 2011dh (dalam lingkaran) berdasarkan citra instrumen ACS teleskop ruang angkasa Hubble pada spektrum visual. Kredit foto : STScI, 2005 dalam Li dkk, 2011
Ketika kehabisan bahan bakar kembali terjadi, gravitasi memaksa bintang kembali mengerut sehingga tekanan dan suhu di inti bintang melonjak hebat dan memaksa bintang membakar habis sisa–sisa bahan bakarnya dalam tempo singkat. Inilah supernova tipe II yang berlangsung selama berminggu–minggu dan melontarkan kerak bintang ke angkasa sebagai puing–puing ledakan. Sementara inti bintangnya akan terus mengerut sehingga memaksa proton dan elektron bergabung menjadi satu membentuk neutron. Pada akhirnya akan tersisa obyek sangat padat yang berotasi amat cepat dengan diameter 10–15 km yang berisikan 1057 neutron. Itulah bintang neutron.
Perbandingan citra galaksi Whirlpool sebelum dan sesudah 31 Mei 2011 berdasarkan observasi Bailey. Tanda panah menunjukkan posisi supernova SN 2011dh, yang tidak muncul di citra sebelah kiri. Kredit foto : Bailey, 2011
Supernova merupakan peristiwa wajar di jagat raya. Setiap tahunnya rata–rata teramati 300 kejadian bintang meledak, namun angka sesungguhnya pasti lebih besar dari itu. Banyak faktor yang menyebabkan bintang meledak tidak terlihat dari Bumi. Selain jauhnya lokasi bintang leluhurnya, adanya debu–debu antar bintang membuat sebagian cahaya supernova terhamburkan sehingga sudah cukup lemah saat tiba di Bumi. Dan banyak peristiwa bintang meledak yang tidak melampaui batas resolusi mata manusia sehingga takkan terlihat dengan mata telanjang. Sehingga peristiwa supernova SN 2011dh menyajikan kesempatan langka bagi kita menyaksikan bekerjanya alam semesta yang mengagumkan.
Citra hires
Foto Supernova alias Bintang Meledak dikawasan Lengan Galaksi M51 Rasi Beruang Besar atau Ursa Mayor di langit utara. Kredit : Pete Lawrence (Supernova) dan Giovanni Benintende (M51)

http://www.kafeastronomi.com/bintang-meledak-di-lengan-galaksi-whirlpool.html
READ MORE - Bintang Meledak di Lengan Galaksi Whirlpool (M51)

Melihat 4 planet dengan Mata Telanjang

Category:
Di pertengahan bulan ini 3 planet terestrial dan 1 planet gas dapat kita amati sebelum matahari terbit. Mereka adalah Merkurius, Venus, Mars dan Jupiter. 4 Planet ini akan tampak berdekatan di langit timur sedikit ke utara atau tepatnya timur laut dengan azimuth kompas 75 hingga 80 derajat. Dalam perjalanan nya mengelilingi matahari atau revolusi, ada kalanya planet berada pada posisi yang tampak dari bumi seperti berdempetan dengan planet lain nya. Inilah yang terjadi pada ke empat planet tersebut. Merkurius, venus, mars dan jupiter dimana 4 planet ini seolah-olah berdekatan bila dilihat dari bumi. Jika kita lihat dengan simulasi orbit planet maka posisi dari keempat planet berada di samping matahari.
Orbit Planet Merkurius, Venus, Bumi, Mars dan Jupiter. Credit : SkyViewCave 4.18
Penampakan keempat planet ini menyerupai bintang-bintang di sekeliling nya. Namun untuk membedakan nya sangat mudah, amati saja cahaya yang terpancar dari bintang itu. Planet mempunyai cahaya yang tidak berkelip-kelip dan tidak seperti bintang. hal ini disebabkan karena adanya turbulensi atmosfer yang mempengaruhi cahayanya yang memancar dari bintang sedang planet hanya memantulkan cahaya matahari layak nya bulan satelit alam kita dan cenderung lebih terang.
Bila dilihat dari tingkat kecerahan ke empat planet itu, Venus merupakan planet tercerah dari planet-planet lainnya sekaligus objek langit tercerah setelah bulan. Hal ini dikarenakan venus merupakan planet terdekat dan planet yang mempunyai besar diameter seperti diameter bumi. Setelah Venus maka diikuti si “Gas Raksasa” Jupiter. Jupiter merupakan planet terbesar di tatasurya namun karena jarak nya yang cukup jauh dari bumi maka morfologi jupiter di langit tampak kecil dan lebih redup dari pada venus. Menyusul Mars Si “Dewa Perang”, planet ini mirip dengan bintang yang berada pada Rasi Scorpius yaitu Antares. Mars merupakan planet yang diameter nya lebih kecil dari pada venus dan bumi sekaligus planet terdekat dengan bumi setelah planet venus. Morfologi nya dilangit pagi seperti halnya bintang namun tidak berkelip dan ia berwarna merah. Terakhir adalah Si kecil merkurius yang merupakan planet terkecil dari 8 planet di tatasurya dimana besar diameternya hanya 1,4 kali bulan kita. untuk mengamati nya, merkurius hanya tampak pada pagi hari dan sore hari. Hal ini dikarenakan jarak orbit merkurius yang cukup dekat dengan matahari dan morfologonya seperti bintang dan cahayanya tidak berkelip-kelip.
Fenomena penampakan keempat planet ini dapat kita amati hingga tanggal 23 Mei 2011 dimana merkurius berada pada ketinggian 6 derajat dari Horizon. Rentang Waktu untuk pengamatan yaitu sebelum matahari terbit sekitar pukul 04.00 WIB hingga pukul 5.30 WIB. Disarankan waktu untuk mengamati adalah pukul 04.30 WIB hingga pukul 05.00 WIB. Posisi dari ke empat planet di langit berada pada arah timur sedikit ke utara atau sekitar 75 hingga 80 derajat azimuth kompas. Berikut tracking ke-empat planet dari tanggal 12 – 23 Mei 2011.
READ MORE - Melihat 4 planet dengan Mata Telanjang

Parade Gerhana 2011

Category:
Sebuah peristiwa langka akan berlangsung di langit. Dalam 30 hari ke depan, terhitung sejak 2 Juni 2011 waktu Indonesia, secara berturut-turut akan terjadi tiga gerhana, masing-masing Gerhana Matahari Sebagian 2 Juni 2011, Gerhana Bulan Total 16 Juni 2011 dan Gerhana Matahari Sebagian 1 Juli 2011. Tiga gerhana yang berlangsung secara berturut-turut kadang disebut sebagai tripel gerhana atau parade gerhana. Dari enam gerhana yang bakal terjadi di tahun 2011, tiga diantaranya merupakan bagian dari parade gerhana.
Gerhana terjadi ketika Matahari, Bulan dan Bumi terletak dalam satu garis lurus (garis syzygy) sehingga pancaran sinar Matahari terhalangi entah oleh Bumi ataupun Bulan. Ketika Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, terjadilah Gerhana Matahari. Sebaliknya ketika Bumi ada di antara Bulan dan Matahari, terjadilah Gerhana Bulan. Disebabkan oleh diameter Bulan yang lebih kecil dibanding Bumi, maka ketika terjadi Gerhana Matahari, hanya sebagian kecil permukaan Bumi yang mampu melihatnya. Sebaliknya ketika terjadi Gerhana Bulan, maka sebagian permukaan Bumi (khususnya yang berada dalam kondisi malam hari) mampu menyaksikannya.
Secara astronomis gerhana terjadi tatkala Bulan menempati titik node, yakni titik potong orbitnya dengan ekliptika (bidang edar Bumi mengelilingi Matahari), sekaligus garis syzygy. Gerhana Matahari selalu terjadi pada saat konjungsi (ijtima’ atau Bulan baru), sementara Gerhana Bulan juga selalu terjadi saat oposisi (istikbal atau Bulan purnama). Disebabkan orbit Bulan tidaklah sejajar dengan ekliptika, melainkan miring dengan sudut kemiringan (inklinasi) 5 derajat, maka tidak setiap Bulan purnama terjadi Gerhana Bulan dan tidak setiap Bulan baru terjadi Gerhana Matahari. Dalam setahun Syamsiyyah (Masehi) maksimum hanya bisa terjadi tujuh gerhana. Namun tatkala Bulan menempati titik node yang menyebabkan terjadinya Gerhana Matahari, maka bisa dipastikan dalam 14 hari berikutnya Bulan akan menempati titik node yang menyebabkan Gerhana Bulan. Pun demikian sebaliknya. Pada kesempatan tertentu (yang jarang terjadi), Bulan bisa secara berturut-turut menempati tiga titik node dan inilah parade gerhana, yang bisa berupa kombinasi Gerhana Matahari-Gerhana Bulan-Gerhana Matahari maupun Gerhana Bulan-Gerhana Matahari-Gerhana Bulan.
Parade Gerhana 2011 dimulai dengan Gerhana Matahari Sebagian 2 Juni 2011. Gerhana ini hanya bisa disaksikan di sekitar kawasan lingkar kutub utara, yakni sebagian Russia, sebagian Cina, Jepang, Korea, Alaska dan sebagian Canada. Gerhana diawali dengan kontak awal penumbra pada pukul 02:25 WIB dan berakhir pada pukul 06:07 WIB dengan kontak akhir penumbra. Puncak gerhana terjadi pada pukul 04:16 WIB yang hanya bisa disaksikan di pantai utara Russia berdekatan dengan pulau Novaya Zemla (tepatnya pada koordinat 67,783 LU 46,773 BT), dimana cakram Bulan menutupi hingga 60 % bundaran Matahari.
 Peta kawasan yang bisa menyaksikan Gerhana Matahari Parsial (Sebagian) 2 Juni 2011, yakni sebagian Asia (sebagian Rusia, sebagian Cina, Jepang, Korea) dan sebagian Amerika Utara (sebagian Canada dan Alaska). gerhana akan diawali pada 2 Juni 2011 pukul 02:25 WIB dan berakhir pada pukul 06:07 WIB. Puncak gerhana berlangsung pukul 04:16 WIB dengan bagian Matahari yang tertutupi cakram Bulan adalah (maksimum) 60%
Berikutnya disusul Gerhana Bulan Total 16 Juni 2011. Gerhana ini bisa disaksikan dari Australia, Asia, Afrika, Eropa dan sebagian Amerika (yakni Amerika Selatan). Namun keseluruhan tahap gerhana hanya bisa disaksikan dari Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika Timur, Afrika Selatan dan Afrika Tengah. Gerhana diawali dengan kontak awal penumbra pada pukul 00:25 WIB. Namun gerhana baru bisa disaksikan secara kasat mata saat terjadi kontak awal umbra pada pukul 01:23 WIB, saat bayangan Bumi secara perlahan mulai menutupi Bulan purnama. Puncak gerhana terjadi pada pukul 03:12 WIB dengan Bulan dalam kondisi gelap total. Berangsur-angsur kemudian Bulan mulai terlihat lagi dan secara kasat mata kembali sebagai Bulan purnama pada pukul 05:01 WIB seiring kontak akhir umbra. Namun gerhana secara keseluruhan baru berakhir pada pukul 05:59 WIB saat kontak akhir penumbra terjadi.
Peta Visibilitas Gerhana Bulan Total 16 Juni 2011 bagi Bumi dalam proyeksi Mercator.
Indonesia bisa menyaksikan gerhana ini tatkala Bulan sedang bersiap-siap terbenam dari langit barat. Awal gerhana (secara kasat mata) bisa disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia, pun demikian dengan puncak gerhana. Namun akhir gerhana (secara kasat mata) hanya bisa disaksikan dari Sumatra, Jawa, Kalimantan dan sebagian Nusa Tenggara. Di wilayah yang lain gerhana berakhir kala Bulan sudah terbenam. Mengingat seluruh wilayah Indonesia bisa menyaksikan gerhana (meskipun ada yang tidak lengkap tahapnya), maka ketentuan shalat gerhana bulan pun berlaku.
Gerhana yang terakhir dari parade gerhana 2011 ini adalah Gerhana Matahari Sebagian 1 Juli 2011. Gerhana ini hanya bisa disaksikan di sekitar kawasan lingkar kutub selatan, namun tak ada satupun daratan yang terkenai bayangan gerhana kecuali salah satu ujung Antartika.Gerhana diawali dengan kontak awal penumbra pada pukul 14:54 WIB dan berakhir pada pukul 16:23 WIB dengan kontak akhir penumbra. Puncak gerhana terjadi pada pukul 15:38 WIB yang hanya bisa disaksikan di tengah perairan Samudera Hindia tepatnya pada koordinat 65,173 LU 28,748 BT, dimana cakram Bulan hanya menutupi 10 % bundaran Matahari.
Gerhana Matahari Sebagian 1 Juli 2011. Hanya bisa disaksikan di sekitar kawasan lingkar kutub selatan, namun tak ada satupun daratan yang terkenai bayangan gerhana. Gerhana diawali kontak awal penumbra pukul 14:54 WIB dan berakhir pada pukul 16:23 WIB dengan kontak akhir penumbra. Puncak gerhana pukul 15:38 WIB dimana cakram Bulan hanya menutupi 10 % bundaran Matahari.

http://www.kafeastronomi.com/parade-gerhana-2011.html
READ MORE - Parade Gerhana 2011

Pengamatan Gerhana Bulan Total 16 Juni 2011 (kedua)

Category:
Tanggal 16 Juni 2011 terjadi Gerhana Bulan Total pertama di tahun 2011 yang dinanti-nantikan masyarakat Indonesia. Fenomena alam yang terjadi tgl 16 dini hari itu menyita keingintahuan masyarakat, akan seperti apakah penampakan Bulan? Apakah Gerhana Bulan Total artinya kita tidak akan melihat Bulan? Apakah Bulan perlahan-lahan menghilang dan tidak tampak di balik kegelapan? Berbahayakah melihat langsung gerhana Bulan seperti halnya Matahari? Itulah pertanyaan yang muncul dan ditanyakan sepanjang malam sejak sebelum GBT berlangsung.
GBT 16 Juni 2011 dimulai dengan kontak pertama ketika Bulan memasuki Penumbra pada pukul 00.22 wib dan berbagai komunitas astronomi yang ada di Indonesia juga ikut berbagi melakukan pengamatan di lokasinya masing-masing di berbagai daerah. Pengamatan tersebut jelas melibatkan masyarakat yang ingin tahu seperti apa wajah Bulan ketika terjadi gerhana. Demikian juga dengan langitselatan.
Kami menantikan Gerhana Bulan Total sambil menikmati malam dan berdiskusi di Paris van Java Coffee Shop Bandung.  Pengamatan yang santai namun sedikit keluar dari pakem. Pada umumnya pengamatan astronomi diasosiasikan dari lokasi yang gelap di tempat tinggi.  Tapi apa yang kami lakukan malam itu justru sebaliknya.Pengamatan di coffee shop yang nyaman dan pada awalnya pengamatan dilakukan dari dalam ruang cafe yang dibatasi  kaca. Tapi bulan tetap terlihat cantik dari balik teleskop.  Baru ketika Bulan memasuki Umbra Bumi, teleskop dipindah ke halaman. Meskipun sempat tertutup awan pada saat puncak gerhana, namun kami masih dapat menikmati indahnya Bulan saat berada dalam umbra Bumi dalam warna merah bata yang indah. Warna merah pada saat Gerhana Bulan Total terjadi sebagai akibat pembiasan sinar Matahari oleh atmosfer Bumi.
Meski berawan, hampir semua fasa gerhana bulan total dapat dilihat. Pengamatan pun diakhiri ketika fajar menyingsing dengan mengamati Jupiter dan satelit galileannya.

Selain di Bandung, rekan Jeff Teng juga melakukan pengamatan Gerhana Bulan Total dari Lampung dan berhasil mengabadikan keindahan Gerhana Bulan Total yang tampak kemerahan.
Gerhana Bulan Total yang dipotret dari Lampung. Kredit : Jeff Teng
Gerhana Bulan Total dan Bima Sakti dari Lampung. Kredit : Jeff Teng
READ MORE - Pengamatan Gerhana Bulan Total 16 Juni 2011 (kedua)
Prev home