Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan

Fenomena 'Cahaya Surga' di Gua Jomblang

Category:
Para caver dimanjakan dengan keindahan 'Cahaya Surga' di Luweng Grubug Jomblang yang hanya satu-satunya di dunia. Foto: Fira N
GUNUNGKIDUL (KRjogja.com)  - Gua Jomblang atau Luweng Grubeg layak dikunjungi petualang yang suka menyusuri gua (caver) karena satu-satunya gua dengan pintu masuk cahaya atau dikenal dengan cahaya surga. Tak usah disangsikan keindahannya sehingga menjadi buah bibir para petualang.

Gua Jomblang merupakan gua vertikal yang memang sangat dilindungi dan bukan sembarang orang bisa mengunjunginya.Gua Jomblang terletak di Jetis Wetan, Panjangrejo, Semanu,  Gunungkidul. Lokasi gua ini berjarak 10 km dari Alun-alun Wonosari selama 60 menit atau sekitar 60 km dari Kota Yogyakarta selama 1,5 jam.

Pemilik Jomblang Resort, Cahyo Alkantana mengatakan awal mulanya dirinya tertarik untuk mengelola Jomblang sebagai ekowisata karena keprihatinannya terhadap kerusakan lingkungan di Gunungkidul. Kawasan karst ini sejak dahulu sudah di tambang hingga di sekitar gua-gua sehingga sangat rawan, bahkan ditakutkan rusak dan runtuh gua-gua yang memiliki potensi wisata.

"Saya prihatin pada saat mengenal Gua Jomblang pertama ar tahun 1995 banyak pohon-pohon besar ditebang untuk bahan bakar karenaharga minyak tanah mahal. Warga di kawasan tersebut membutuhkan bahan bakar yang murah pengganti minyak karena alasan perekonomian mereka yang cukup parah," paparnya, Minggu (27/5).

Padahal, kata Cahyo kawasan itu memiliki pesona dari sinar over of ligth atau sering disebut wisatawan sebagai cahaya surga yang hanya ada satu didunia dan sangat cantik sekali. Guna melindungi sekaligus memberi penghidupan masyarakat sekitar tanpa merusak lingkungan, maka konsep ekowisata dipilihnya. "Gua Jomblang akan menjadi ekowisata bukan wisata masal atau mass tourism. Nantinya, akan berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan," katanya.

Karena itu, tantangan yang dihadapi adalah melakukan konservasi dan membangun fasilitas pendukung agar wisatawan nyaman dan menimkati wisata ini. "Saya harus membuat agar wisatawan dapat menuruni tebing dan menyusuri gua dengan mudah agar semua orang bisa menikmati dari anak-anak hingga yang berusia lanjut. Wisata yang nyaman dengan pendekatan adventurenya harus ada satu paket yang tentunya tidak mudah dikemas," tuturnya.             

Pengelola sekaligus instruktur Gua Jomblang, Kurniawan Adhi Wibowo menambahkan mayoritas wisatawan domestik dan mancanegara ingin meneliti termasuk mendalami karakteristik gua. Selain itu, mempelajari kehidupan hayati dan hewani di dalamnya yang  cukup beragam Sebelum melihat lebih dekat ke gua, penjelajah biasanya istirahat dulu di Jomblang Resort yang awalnya dibangun untuk para peneliti. Tapi sekarang, bisa memanfaatkan resort yang tersedia.

"Masyarakat setempat menyebutnya Luweng Jomblang. Gua vertikal bertipe collapse doline ini terbentuk akibat proses geologi  amblesnya tanah beserta vegetasi di atasnya ke dasar bumi yang terjadi ribuan tahun lalu," ujar pemuda yang akrab disapa Pithik ini.

Pithik menceritakan runtuhan tersebut membentuk sinkhole atau sumuran yang dalam bahasa Jawa disebut Luweng. Karena itu, mulut gua berdiameter  50 meter itu sering disebut dengan nama Luweng Jomblang. Bahkan berupa gua vertikal, para caver harus melalui tahap yang paling mendebarkan. Di sinilah dibutuhkan keberanian, karena untuk masuk gua harus mampu teknik tali tunggal atau single rope technique (SRT). "Bagi para wisatawan dan caver di sini wajib gunakan peralatan khusus SRT set yang terdiri dari seat harness, chest harness, ascender, auto descender, footloop, dan lainnya. Untuk pelengkap ada coverall, sepatu boot, dan headlamp,” imbuhnya.

Sebelum menuruni tebing, Pithik terlebih dahulu menjelaskan mengenai sekelumit Gua Jomblang dan peraturan yang harus ditaati caver demi keselamatan dan keamanan.  Di bawah instruksinya setelah para caver memakai peratalan standar SRT set, satu persatu caver turun ke dasar gua dengan total kedalaman 80 meter.

Ada tiga jalur yang bisa dilalui, yakni VIP  dengan kedalaman 15 meter, standar  dengan kedalaman 60 meter dan ekstrim  dengan kedalaman 80 meter."Bagi pemula, biasanya gunakan jalur VIP meski bisa juga melalui jalur standar. Di jalur standar ini, caver akan mendarat tepat di hutan purba yang ada di dasar gua. Hutan inilah yang membedakan Luweng Jomblang dengan gua lainnya dan wisata di sini disebut juga ekowisata," jelasnya

Tepat di dasar Luweng Jomblang terhampar gua horizontal yang cukup lebar. Ini adalah pintu masuk menuju Gua atau Luweng Grubug yang berjarak sekitar 300 meter dari dasar Luweng Jomblang. Berjalan di lorong kegelapan sekitar 10 menit, para penelusur akan langsung menemui sebuah fenomena alam yang yang sangat mengagumkan. Di dasar Luweng Grubug terdapat dua buah stalagmit besar berwarna hijau kecoklatan.

Apabila penjelajah dapat mencapai dasar Grubug pada pukul 12.00-13.00 WIB, pemandangan sinar matahari yang menerobos kegelapan gua akan begitu menakjubkan yang disebut Cahaya Surga. Bagi wisatawan yang ini mencoba menyusuri Gua Jomblang dikenakan tarif  sebesar Rp 450 ribu per orang sudah termasuk full fasilitas dan makan siang. Bagi yang ingin  bermalam di resort, tinggal menambah Rp 350.000/orang.  "Jomblang Resort idak setiap hari melayani wisatawan. Di akhir pekan pun tidak selalu ada pengunjung dan  kalaupun ada berkisar 3-4 orang. Kami  berkewajiban menjaga kelestarian gua ini  beserta hutan purbanya maka tidak banyak wisatawan tidak menjadi masalah," imbuh Pithik.

Mengenai pembatasan jumlah wisatawan yang masuk sebanyak 25 orang per sekali cave tubing secara bersamaan di Gua Jomblang, Cahyo mengatakan angka ini didapatkan berdasarkan daya dukung gua dengan menggunakan pendekatan menghitung jumlah orang yang diperbolehkan masuk dalam gua tersebut. Pasalnya pembatasan ini dilakukan agar ekosistem di gua tersebut cepat pulih. Jomblang dapat menjadi salah satu wisata petualangan ekotourism denga menawarkakan Jomblang Cave untuk susur gua (caving), Jomblang Wall untuk panjat tebing (climbing) dan Jomblang Lake pada tahun 2013.

ref: http://krjogja.com/read/130104/fenomena-cahaya-surga-di-gua-jomblang.kr
READ MORE - Fenomena 'Cahaya Surga' di Gua Jomblang

Bangga! Indonesia Masuk 4 Besar Negara Terindah di Dunia

Category:

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBiirRQDGCQGPBVbXcTq2Qk-dBiYVxJfRXreCyP7JJCJdpNjZRCMvQLhJczsTbVK4zmTG6v-l-PWZ_YPoTVGDmhgJgBkv-w9-FA12t7euzVVYXVSn27hb_N5_3oZiZ_h7XVwUIBBldul5b/s1600/indo_beach.jpg
Inilah bukti tersohornya keindahan Indonesia di mata dunia. Negeri kita tercinta menempati posisi ke-4 negara terindah di dunia, berdasarkan survei pengguna Twitter dan Pinterest lewat sebuah situs asal Britania Raya.
Bagaimana kita tak bangga mengetahui Indonesia menempati posisi ke-4 dalam survei negara terindah di dunia. Survei ini dilakukan oleh First Choice, sebuah situs perusahaan travel asal Britania Raya. Dalam situs resmi surveinya yang dilihat detikTravel, Senin (21/5/2012), First Choice meminta para traveler untuk berpartisipasi dalam dua jejaring sosial yakni Twitter dan Pinterest.
Hasilnya, Latvia yang berada di Eropa bagian Provinsi Baltik menempati posisi pertama. Dilanjutkan oleh Meksiko, Turki, lalu Indonesia. Britania Raya sendiri menempati posisi kelima. Selanjutnya, ada lebih dari 100 negara lain hingga posisi terakhir ditempati oleh Sudan. Survei ini baru saja berakhir pada 1 Mei 2012 lalu.
Bayangkan saja, Indonesia berada di posisi lebih tinggi daripada negara-negara yang terkenal indah seperti Italia, Selandia Baru, Kanada, Kroasia, bahkan Swiss dan Prancis! Survei ini berhasil membuktikan pada dunia bahwa Indonesia adalah negeri yang sangat kaya, serta jadi destinasi favorit para turis dari berbagai negara.
Berikut posisi 20 besar negara terindah di dunia versi situs First Choice:
1. Latvia
2. Meksiko
3. Turki
4. Indonesia
5. Britania Raya
6. Italia
7. Selandia Baru
8. Brazil
9. India
10. Kanada
11. Irlandia
12. Amerika Serikat
13. Kroasia
14. Swiss
15. Australia
16. Kolombia
17. Yunani
18. Peru
19. Portugal
20. Prancis
sumber :http://travel.detik.com/read/2012/05/21/143438/1920885/1025/bangga-indonesia-masuk-4-besar-negara-terindah-di-dunia?991104topnews
READ MORE - Bangga! Indonesia Masuk 4 Besar Negara Terindah di Dunia

Daftar Pantai di Gunungkidul

Category:
  1. Pantai Banyunibo : Purwodadi, Tepus
  2. Pantai Baron : Kemadang, Tanjungsari
  3. Pantai Busung : Purwodadi, Tepus
  4. Pantai Butuh : Karambilsawit, Saptosari
  5. Pantai Drini : Banjarejo, Tanjungsari
  6. Pantai Gesing : Girikarto, Panggang
  7. Pantai Grigak : Giriwungu, Panggang
  8. Pantai Jagang Kulon : Purwodadi, Tepus
  9. Pantai Jogan Wetan : Purwodadi, Tepus
  10. Pantai Karangtelu : Girikarto, Panggang
  11. Pantai Kelosirat : Purwodadi, Tepus
  12. Pantai Kesirat : Girikarto, Panggang
  13. Pantai Klampok : Girijati, Purwosari
  14. Pantai Klumpit : Purwodadi, Tepus
  15. Pantai Krakal : Ngestirejo, Tanjungsari
  16. Pantai Krokoh : Songbanyu, Girisubo
  17. Pantai Kukup : Kemadang, Tanjungsari
  18. Pantai Lambor : Purwodadi, Tepus
  19. Pantai Langkap : Karambilsawit, Saptosari
  20. Pantai Muncar : Purwodadi, Tepus
  21. Pantai Nampu : Giriwungu, Panggang
  22. Pantai Ngandong : Sidoharjo, Tepus
  23. Pantai Ngetun : Purwodadi, Tepus
  24. Pantai Ngobaran : Kanigoro, Saptosari
  25. Pantai Ngondo : Purwodadi, Tepus
  26. Pantai Ngrenehan : Kanigoro, Saptosari
  27. Pantai Nguluran : Purwodadi, Tepus
  28. Pantai Ngungap : Purwodadi, Tepus
  29. Pantai Ngunggah : Giriwungu, Panggang
  30. Pantai Nguyahan : Kanigoro, Saptosari
  31. Pantai Pakundon : Purwodadi, Tepus
  32. Pantai Parangedong : Girijati, Purwosari
  33. Pantai Parangracuk : Kemadang, Tanjungsari
  34. Pantai Sadeng : Pucung, Girisubo
  35. Pantai Sawahan : Purwodadi, Tepus
  36. Pantai Sepanjang : Kemadang, Tanjungsari
  37. Pantai Siung : Purwodadi, Tepus
  38. Pantai Slili : Sidoharjo, Tepus
  39. Pantai Songlibeg : Purwodadi, 
  40. TepusPantai Sundak : Sidoharjo, Tepus
  41. Pantai Timang : Purwodadi, Tepus
  42. Pantai Torohudan : Kanigoro, Saptosari
  43. Pantai Watugupit : Giricahyo , Purwosari
  44. Pantai Watutogok : Purwodadi, Tepus
  45. Pantai Wediombo : Jepitu, Girisubo
  46. Pantai Weru : Purwodadi, Tepus


sumber: wisatagunungkidul.com
READ MORE - Daftar Pantai di Gunungkidul

Air Terjun Sri Gethuk: Destinasi Baru Gunung Kidul

Category:
1333941993821135073
air terjun sri gethuk di gunung kidul, yogyakarta
Hari itu kami dan rombongan refreshing ke lokasi wisata air terjun sri getuk. Kami rasa lokasi wisata ini tergolong baru karena selama lebih kurang satu setengah tahun di Jogja, kami baru kali ini mengetahui keberadaannya.
Air Terjun Sri Gethuk terdapat di Kabupaten Gunung Kidul, atau lebih tepatnya berada di Dusun Menggoran Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Gunung Kidul, Yogyakarta, Berjarak kurang lebih sekitar 41 km dari Kota Yogyakarta. Lokasi Air Terjun Sri Gethuk cukup terpencil sehingga transportasi menuju ke sana cukup sulit didapat.
Rute Untuk bisa sampai di Air Terjun Sri Gethuk dapat ditempuh dari Kota Yogyakarta lewat jl wonosari, setelah sampai pertigaan Gading belok kiri menuju Playen, dari kota Playen cari jalur menuju Paliyan dengan jarak kira – kira 1,5 km setelah itu para pengunjung akan menjumpai papan penunjuk arah dan pengunjung tinggal mengikuti arah menuju ke Objek wisata Air Terjun Sri Gethuk. Air terjun Sri Gethuk yang dahulu oleh penduduk disebut dengan Air Terjun Slempret.
Lokasi wisata yang tergolong baru ini memang agak kurang baik infrastrukturnya. Jalan menuju ke lokasi banyak yang tidak terlalu bagus. Mungkin karena belum lama dibuka kali ya..
Ketika kami dan rombongan menuju lokasi. Bus yang kami tumpangi hanya bisa di parkir di pinggir jalan sebelum benar-benar tiba di lokasi air terjun. Karena untuk menuju lokasi pengunjung musti melewati pematang sawah terlebih dahulu. Seperti yang kita tahu, pematang sawah ada yang licin dan berlumpur. Jadi bagi yang mau berkunjung kesana kami harapkan lebih berhati-hati. Jangan sampai tergelincir ke dalam sawah. Atau perhatikan pematang itu supaya tidak tergelincir ke batu yang bisa menyebabkan kaki berdarah. Karena ketika itu saya pribadi sempat tergelincir karena menghindari jalan yang berlumpur. Tak tahunya malah tergelincir dekat bongkahan batu yang ada diatas pematang sawah itu sehingga membuat kaki lecet dan berdarah. Untung saja hanya lecet sedikit. Kalau sampai luka dan mengeluarkan banyak darah kan bisa membuat rencana bersenang-senang bisa berantakan.
Kemudian setelah melewati beberapa pematang sawah dilanjutkan dengan menuruni beberapa anak tangga. Disini anda juga musti berhati-hati jangan sampai tergelincir. Setelah itu barulah tiba di lokasi yang dituju. Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Berkotor-kotor karena lumpur dahulu bersenang-senang di air terjun setelah itu. he he he…
1333942237407773743
menuruni anak tangga
Disana kita bisa bersenang-senang sambil berfoto ria. Ada tiga buah titik air terjun. Jadi terserah mau pilih yang mana. Kita juga bisa mandi atau hanya sekedar main basah-basahan.
13339426591131920960
air terjun pada titik pertama
1333943311115695320
asyik… main basah-basahan
13339433791756378013
mandi dibawah air terjun, segeerrrrr
13339434451744795240
yang mau berfoto ria juga okeee
Dekat lokasi itu ada sungai kecil yang bisa digunakan untuk berarung jeram. Hanya saja belum ada yang menyewakannya. Cocok juga bagi yang ingin melakukan kegiatan outbond.
1333942435880044107
sungai yang bisa dijadikan arena berarung jeram
Disana juga banyak batu-batu besar. Untuk menuju salah satu titik air terjun juga musti mendaki batu-batu besar tersebut. Disini kita juga harus hati-hati. Karena batunya lumayan licin. Kalau tidak ekstra hati-hati bisa terperosok jatuh.
1333943512894272316
hati-hati loh!
1333943569723825159
jangan sampai tergelincir ya…
Cukup lama juga kami menghabiskan waktu disana. Menikmati percikan embun dari air terjun. Menyaksikan bias-bias embun yang berubah menjadi pelangi-pelangi kecil. Seru juga deh pokoknya.



ref: http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2012/04/09/air-terjun-sri-gethuk-destinasi-baru-gunung-kidul/
READ MORE - Air Terjun Sri Gethuk: Destinasi Baru Gunung Kidul

FOTO KEBUN BUAH MANGUNAN BANTUL

Category:







REF:  http://nurvirtamonarizqa.blogspot.com/2011/01/kebun-buah-mangunan.html
READ MORE - FOTO KEBUN BUAH MANGUNAN BANTUL

Jalan-Jalan ke Kebun Buah Mangunan

Category:
Sedikit orang mengetahui bahwa salah satu pemandangan alam yang indah yang dekat dengan Yogyakarta itu berada di daerah Mangunan, tepatnya di Kawasan Kebun Buah Mangunan. Sebuah panorama alam yang cukup menarik dengan pemandangan berupa lembah yang ditengah-tengahnya terdapat sungai, dimana di kawasan tersebut terdapat wisata kebun buah yang cukup menggoda ketika tanamannya sedang berbuah.
Kebun Buah Mangunan terletak di Dusun Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul membangun Kebun Buah Mangunan pada tahun 2003 disebuah kawasan perbukitan di kaki pegunungan seribu.
Perjalanan menuju lokasi ternyata cukup mudah. Sudah terdapat beberapa papan petunjuk informasi di pinggir jalan yang mengarahkan kita kearah Kebun Buah Mangunan. Namun ketika memasuki persimpangan terakhir kami sempat ragu karena jalan yang kami lalui tiba-tiba berubah menjadi jalanan sempit dan rusak, banyak terdapat lobang disana-sini.
Memasuki pintu masuk, setiap pengunjung dikenakan tarif Rp 5.000,- orang untuk sekali masuk. Ketika berjalan menyusuri petunjuk jalan, di beberapa persimpangan terdapat informasi mengenai arah menuju ke salah satu kebun yang ditumbuhi oleh satu macam tanaman/pohon buah. Fasilitas disini terhitung cukup lengkap, ada kebun buah, area outbound, atraksi flying fox, sepeda air, wisata petik buah, dan tentu saja gardu pandang untuk melihat pemandangan dari atas bukit di Kebun Buah Mangunan. Jumlah pengunjung yang mengunjungi tempat ini terbilang masih sedikit karena masih kurang promosi kawasan wisata ini namun menjadi kelebihan buat wisatawan yang ingin menikmati suasana obyek wisata yang tenang dan damai.

Memasuki area perkebunan, kami melewati beberapa area kebun mangga, rambutan, sawo, duku, dan sebagainya. Namun kami agak kecewa ketika melihat pohon-pohon tersebut tidak berbuah. Kami kurang mendapat informasi mengenai bulan-bulan saat pohon berbuah. Papan informasi mengenai nama pohon beribut keterangannya sepertinya juga belum dipasang padahal cukup dibutuhkan bagi anak-anak atau pelajar yang ingin mempelajari alam sekitar. Di sebuah sudut jalan terdapat bangunan yang terlihat transparan isinya. Bangunan yang disebut rumah kaca ini digunakan untuk pertanian hidroponik. Terdapat beberapa jenis tumbuhan buah-buahan dan sayuran seperti tomat, cabai, anggur, semangka, melon.
Pertanian hidroponik merupakan metode pengembangan sebuah tanaman di sebuah tempat khusus dimana tanaman bisa berbuah sepanjang tahun tanpa melihat musim.
Sambil kerkeliling di area Kebun Buah Mangunan, kami berpapasan dengan keluarga yang kebetulan sedang berpiknik di kawasan ini. Tempat ini menjadi pilihan berlibur karena suasananya cukup sejuk dengan rerimbunan pohon yang cukup lebat. Disamping itu kawasan ini menjadi wisata alternatif ketika jenuh dengan suasana obyek wisata keluarga yang cukup ramai.
Disebuah ujung kawasan Kebun Buah Mangunan, terdapat papan petunjuk arah menuju gardu pandang disebuah bukit yang terletak disebelah kolam air. Akhirnya kami mencoba mendaki sebuah bukit untuk menikmati pemandangan dari bukit yang berada di area Kebun Buah Mangunan. Rasa penasaran kami bawa dengan mendaki anak tangga yang menuju puncak bukit yang terdapat gardu pandang.
Ternyata memang benar penuturan petugas kebun, bahwa pemandangan dari puncak bukit yang berada di kawasan Kebun Buah Mangunan begitu indah. Terhampar luas pegunungan seribu yang ditengah-tengahnya terdapat Sungai Oyo yang airnya bewarna kehijauan dari jauh disebabkan tumbuhan lumut yang hidup di dasarnya.
Pegunungan Seribu yang disebelah Sungai Oyo merupakan Puncak Selopamioro yang terdapat jalan menuju ke Panggang, kabupaten Gunungkidul dari Imogiri, kabupaten Bantul. Pemandangan dari Selopamioro tidak kalah menariknya dengan Bukit Patuk Gunungkidul karena memiliki ketinggian yang hampir sama. Di sebuah sudut Sungai Oyo, terlihat cukup kecil sebuah jembatan gantung yang pernah kami kunjungi beberapa waktu yang lalu.
Memang menarik menikmati pemandangan alam dari puncak bukit ini, namun sayangnya lokasi ini tidak dilengkapi fasilitas penunjang yang memadai. Gardu pandang dalam kondisi tidak terawat dan tidak dapat digunakan untuk berteduh dari terik sinar matahari ataupun hujan diwaktu musim penghujan. Sehingga kami berteduh di pepohonan yang lokasinya sedikit diatas dari area untuk menikmati keindahan pemandangan alam. Namun keuntungannya, berteduh dibawah pohon cukup menyejukkan dan berasa damai ketika bersantai sambil bercanda dengan kawan-kawan.
== Tiket Masuk
Dewasa: Rp 5.000,-
ref: http://teamtouring.net/jalan-jalan-ke-kebun-buah-mangunan.html
READ MORE - Jalan-Jalan ke Kebun Buah Mangunan

FOTO-FOTO DI PANTAI INDRA YANTI

Category:







READ MORE - FOTO-FOTO DI PANTAI INDRA YANTI

Pantai Indrayanti pasir putih Gunung Kidul

Category:
Kemarin aku ke pantai Indrayanti di Gunung Kidul. Dinamai pantai Indrayanti soalnya ini nama keluarga pengelolanya. Sangat terawat pantainya, ada tukang sampah yang rajin bersihin sampah yang berserakan, pasirnya putih, gelombang airnya tidak seperti pantai Parang Tritis yang suka menyedot orang berenang ke palung-palung dalam. Di pantai Indrayanti ini ada gazebo-gazebo cantik di pinggirannya, kamar mandinya bersih, dan sangat terawat. Berbeda dengan deretan pantai lainnya di sekitarnya yang sebetulnya juga cantik tapi tidak ada tempat berteduh.

Oke, ini foto-fotonya...

Pasir putih, indahnya...

Gazebo di pinggir pantai

Nama pantai sama seperti nama pengelolanya

 Berenang atau duduk-duduk saja, serasa menyatu dengan alam


Di pantai enaknya minum kelapa muda sambil memandang tanda-tanda kebesaran Allah



untuk videonya bisa dilihat dibawah ini





ref artikel :http://ratnawatiutami.blogspot.com/2011/11/ke-pantai-indrayanti-pasir-putih.html

ref video : http://www.youtube.com/watch?v=Y9sI-NFBgmY
READ MORE - Pantai Indrayanti pasir putih Gunung Kidul

Gua Maria Tritis: di Balik Aura Mistis

Category:
12989564401163201390
gua berhiaskan stalagtit dan stalagmit
Suara air yang jatuh dari ketinggian dan jatuh di penampungan memecah kesunyian. Bunyi air yang beradu dengan batu karang dan air di penampungan menimbulkan aura kesunyian dan membentuk sinfoni indah. Suasana damai dan meditatif tercipta. Ada beberapa gentong berukuran kecil dan sedang penuh dengar air yang sangat bening. Banyak orang berkerumum di sekitarnya untuk menikmati kesegarannya. Ada yang menggunakan untuk membasuh tangan dan wajah yang berkeringat setelah berjalan kaki cukup jauh. Ada yang memasukkan air itu ke dalam botol untuk dibawa pulang. Sementara di ujung sana, banyak orang duduk bersimpuh sembari memanjatkan doa dan puji-pujian kepada Sang Pencipta melalui perantaraan Sang Bunda.
Inilah sedikit gambaran tentang Gua Maria Tritis. Gua Maria Tritis adalah sebuah oase batin di tengah, menurut banyak orang, ketandusan di perbukitan selatan kabupaten Gunung Kidul. Gua Maria Tritis mulai dikenal umat Katolik sekitar tahun 1974. Mulanya, gua ini ditemukan oleh seorang siswa SD Sanjaya Giring. Penemuan ini dilaporkan kepada Romo Al. Hardjosudarmo SJ.
1298944366440518829
patung Sang Bunda
Gua yang tadinya angker kini berubah menjadi tempat favorit para peziarah. Keindahan gua yang berhiaskan stalagtit dan stalagmit berukuran besar dapat menjadi sarana untuk merenungkan betapa kecil dan lemahnya manusia di hadapan Sang Pencipta. Ada juga lorong-lorong kecil yang terdapat di beberapa tempat dalam gua ini. Sebuah patung Maria berukuran besar dengan gambaran Maria khusyuk berdoa ditempatkan di tengah gua. Nuansa alami dan sederhana gua ini juga tampak pada altar perjamuan kudus, yang terletak di samping patung Maria. Altar ini terbuat dari batu alam yang diambil dari lokasi gua. Tempat duduk pun sangat sederhana, beralaskan hamparan karpet yang mulai usang. Kesederhanaan ini sama sekali tidak mengurangi kekhusukan umat yang sedang berdoa.
Pada tahun 1978, dibangun sebuah jalan salib sederhana dengan diorama kisah sengsara Yesus. Secara khusus pada perhentian ke-12, yakni saat Yesus disalibkan, dibangun tiga buah salib yang menggambarkan Yesus disalib bersama 2 penjahat. Pembangunan terus berjalan. Kini, lokasi jalan salib semakin menantang para peziarah. Dari tempat parkir, para peziarah diajak untuk menyusuri bukit karang. Sebagian berbeton cor, sebagian lagi melewati jalan bebatuan. Tantangan ini untuk semakin mendekatkan para peziarah akan makna penderitaan. Jika tidak ingin melakukan jalan salib, terdapat jalur pendek menuju gua. jalur pendek menuju juga ini juga sekaligus menjadi jalan keluar dari gua menuju parkiran.

12989451511375551690
perhentian 12
Tidak bisa dipungkiri bahwa cuaca di Gunung Kidul, pada saat-saat, tertentu demikian panas. Pohon-pohon jati dan tanaman keras lain meranggas. Suasana gerah dapat menghantui para peziarah yang akan mengunjungi Gua Maria Tritis ini. Tidak perlu kuatir, di tempat parkir kendaraan telah bersiap ibu-ibu yang akan membantu. Mereka ini menjual jasa menyewakan payung. Keberadaan mereka tentu sangat membantu para peziarah. “Ya, lumayanlah Mas. Selain untuk membantu menghidupi keluarga, kami juga ikut berziarah di tempat ini menurut cara kami sendiri,” tutur Bu Kamti, salah seorang penyewa payung. Sepanjang perjalanan menuju Gua, ia banyak menceritakan situasi dan kondisi yang ada.
12989448961408827431
penyewa payung
“Keberadaan Gua Maria ini sangat membantu ekonomi masyarakat di sekitar sini. Kami bisa berjualan. Hasilnya lumayan untuk menyambung hidup, Mas.” Mata Bu Kamti menerawang jauh. Menatap masa depan yang enatah seperti apa warnanya. “Meski sebagian dari kami tidak katolik, tapi kami tidak masalah berdagang di tempat ini. Kami tidak risih juga ketika harus mengantar orang-orang ke Gua, menunggu mereka. Bagi kami, inipun bagian dari ibadah menurut cara kami, Mas” lanjutnya. Selain ibu Kamti yang menjual jasa penyewaan payung, ada banyak masyakarakat yang ikut mengadu nasib denga berjualan hasil pertanian setempat: pisang, kelapa muda, dll. Ada beberapa warung yang juga menyediakan kebutuhan benda-benda rohani bagi para peziarah.
1298945937633075714
hiasan gua
Selain gua alam yang alami dan asri, tempat ini juga memiliki keistimewaan lain yaitu berdekatan dengan obyek wisata pantai yang tersebar di sepanjang pantai selatan Gunung Kidul. Kedekatan jarak ini tentu akan menguntungkan. Para peziarah dapat berdoa di Gua Maria Tritis ini dan kemudian menghabiskan waktu bersama rombongan atau keluarga di pantai. Banyaknya pilihan pantai pun menjadi tantangan tersendiri. “Selain berziarah, kami juga bisa rekreasi keluarga. Setelah dari sini kami akan menuju pantai Ngrenehan untuk pesta ikan laut di sana. Hari ini anak kami yang bungsu ulang tahun,” ujar Dedy. Dedy datang berziarah bersama satu keluarga.
Akses jalan menuju lokasi sangat mudah. Jalan yang mulus dan lebar menjadikan perjalanan semakin nyaman. Gua Maria Tritis terletak 50 KM selatan kota Yogyakarta, arah Pantai Baron, yang ditempuh dalam waktu satu setengah jam. Berada di salah satu deretan bukit pegunungan seribu, tepatnya di Dusun Bulu, Kabupaten Gunung Kidul, Wonosari. Dari Yogyakarta - Wonosari; sampai simpang tiga Gading (dekat lapangan terbang landasan rumput) belok kanan menuju Playen - paliyan - Pasar Trowono - Singkil. Rute ini paling umum dilalui para peziarah dan jarak dari Gading - Gua Maria Tritis sekitar 28 km. Route lain yang bisa ditempuh adalah melalui kota Wonosari - jalur menuju pantai Baron. Sebelum pantai baron, ada pertigaan [terdapat papan penunjuk]. Dari pertigaan ini belok ke kanan.
1298945009606701070
tantangan jalan salib


ref: http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2011/03/01/gua-maria-tritis-di-balik-aura-mistis/
READ MORE - Gua Maria Tritis: di Balik Aura Mistis

Pantai Sepanjang, hamparan pasir putih tak ternoda

Category:
Pantai Sepanjang, sesuai dengan namanya memiliki garis pantai yang panjang bahkan yang terpanjang di antara pantai-pantai di Gunungkidul, ditaburi hamparan pasir putih yang masih bersih. Pantai ini terletak di Desa Kemadang, Kecamatan  Tanjungsari Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta. Pantai ini belum lama di buka, jalan menuju ke bibir pantai masih berupa jalan cor blok. Pantai yang segaris dengan Sundak - Kukup - Baron ini menawarkan keindahan Kuta Tempo Doeloe. Pasir putih bersih belum ternoda.

Ketika memasuki area pantai Sepanjang, irama debur ombak akan bersahutan menyambut. Hamparan panjang pasir putih memantulkan cahya mentari yang menyinari. Angin sepoi-sepoi membelai, menentramkan jiwa. Karang-karang berdiri kokoh tempat ombak melabuhkan harapan, pohon-pohon palem berjajar rapi di sepanjang pantai ini, begitu setia menemani hembus angin laut sore itu.

Ketika air laut surut akan nampak karang-karang di bibir pantai yang landai. Ceruk-ceruk yang terbentuk di antara karang-karang tersebut menjadi habitat bagi aneka biota laut. Para pengunjung bisa menemukan aneka kerang-kerangan, landak laut, bintang laut, ganggang laut, bulu babi, dan rumput laut. Dalam kondisi ini, penduduk setempat memanfaatkannya untuk "berburu". Rumput laut, kerang-kerangan dan bulu babi adalah buruan mereka. Hasilnya untuk konsumsi pribadi maupun dijual setelah menjadi produk olahan.

Dan ketika air laut pasang, pengunjung bisa menggunakan "pelataran" ini untuk bercumbu ria dengan debur ombak yang ramah. Namun tetap waspada, dan jangan terlalu ke tengah, karena di pantai Sepanjang terdapat ceruk yang dapat menjadi jebakan bagi mereka.

Kunjungan ke Pantai Sepanjang akan ditutup dengan merekahnya senja di ufuk barat, ketika sang surya perlahan bersembunyi di balik kanan, memancarkan bias warna yang menakjubkan.

Garis pantai yang panjang, tak bosan untuk menyusuri hamparan pasir putih ini

Keramahan ombak Pantai Sepanjang, menyambut para pengunjung

Tebing karang menjulang tempat sang ombak melabuhkan harapan

Ceruk yang dapat membahayakan para pengunjung. JANGAN TERLALU KE TENGAH



Bulu babi, salah satu biota penghuni karang Pantai Sepanjang
Kedai sederhana, menyediakan aneka makanan dan minuman
Senja di ufuk barat Pantai Sepanjang, tersenyum ramah. sember : http://www.wisatagunungkidul.com/2011/09/pantai-sepanjang-hamparan-pasir-putih.html                           
READ MORE - Pantai Sepanjang, hamparan pasir putih tak ternoda

Promosi Wisata Di Gunung Kidul

Category:
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta, kali ini melakukan promosi untuk desa-desa yang memiliki potennsi menjadi tujuan wisata melalui Familiarization Tour. Desa-desa yang di promosikan antara lain memiliki pesona panorama pantai, air terjun, dan goa.

Promosi itu dilakukan dengan melakukan tur selama dua hari bersama sejumlah wartawan, biro jasa perjalanan, dan sejumlah wisatawan asing pada 27-28 September 2011. Desa-desa yang dituju, antara lain, Desa Beji, Bleberan, Mojo, Kukup, Baron, Pacarejo, dan Umbulrejo.

Desa-desa itu mempunyai daya tarik wisata tersendiri, misalnya Desa Bleberan dengan Goa Rancang Kencono dan rafting yang berada di air terjun Sri Gethuk, Kukup, dan Baron memiliki panorama pantai laut selatan yang indah. Sementara itu, Pacarejo dan Umbulrejo dengan wisata goa karst.

"Kami ingin menggali potensi wisata yang ada di Gunung Kidul agar terangkat sehingga perekonomian masyarakat semakin menggeliat," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Gunungkidul Suryo Aji, Selasa (27/9/2011).

Suryo Aji menambahkan, paket wisata selama dua hari itu bisa dicoba para wisatawan domestik ataupun mancanegara. Para biro perjalanan di Yogyakarta bisa memfasilitasi untuk melakukan hal itu.

link eternl : kompas.com
READ MORE - Promosi Wisata Di Gunung Kidul

Pariwisata Alam Watu Payung (gunung kidul)

Category:

Obyek wisata alam Watu Payung berada di dusun Turunan, desa Girisuko Kecamatan Panggang, Gunungkidul.
Tempat ini dikelola oleh warga & Perhutani. Wisatawan dapat menikmati pemandangan alam perbukitan Karst Gunungsewu, perbukitn Imogiri & Dlingo, juga lembah sungai Oya yang menjadi batas kabupaten. Gunungkidul dengan Kabupaten Bantul. Tetapi sayang, potensi yang bagus ini tidak diikuti dengan fasilitas jalan yang baik.
Untuk menuju ke tempat Obyek wisata alam Watu Payung, ada 3 akses jalur yang dapat dilalui, yakni melewati Playen, Panggang & juga bisa melewati jalur dari Imogiri.
READ MORE - Pariwisata Alam Watu Payung (gunung kidul)

TAMAN MINI INDONESIA INDAH

Category:

A. Selayang Pandang

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) adalah taman miniatur yang secara utuh menggambarkan keragaman budaya Indonesia dalam sebuah tampilan yang kecil tapi indah. Taman ini sengaja dibuat sebagai wahana yang dapat merepresentasikan kebhinekaan Indonesia dan kekayaan khasanah budaya bangsa. Sebagai sebuah kawasan objek wisata yang terbilang megah, TMII menempati area seluas 165 hektar di Jakarta Selatan. Lahan tersebut pada mulanya merupakan daerah persawahan dan perladangan milik rakyat, namun kemudian ditransformasikan menjadi kawasan wisata TMII.
Tujuan pendirian taman miniatur ini adalah untuk memupuk dan membina persatuan bangsa, menjunjung tinggi kebudayaan nasional, dan memperkenalkan kebudayaan, adat-istiadat, dan perilaku masyarakat Indonesia kepada rakyat Indonesia sendiri dan bangsa lain. Tujuan-tujuan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam objek-objek wisata yang disajikan di kawasan TMII, seperti anjungan daerah, museum, taman, tempat rekreasi, dan lain-lain.
Dalam sejarahnya, gagasan pendirian TMII dicetuskan oleh Ibu Negara, Tien Soeharto pada tanggal 13 Maret 1970 dalam sebuah pertemuan di Jalan Cendana no. 8, Jakarta Pusat. Pada waktu itu, Ibu Tien mengutarakan gagasannya mengenai pendirian suatu tempat rekreasi yang mampu menggambarkan kebesaran dan keindahan Indonesia dalam bentuk miniatur. Setelah gagasan tersebut mendapatkan persetujuan, akhirnya dimulailah proyek pembangunan Proyek Miniatur Indonesia Indah yang dilaksanakan oleh Yayasan Harapan Kita dengan dikeluarkannya SK B-1 04/Pres/8/1971 oleh Presiden Soeharto pada tanggal 20 Agustus 1971. Pembangunan TMII akhirnya selesai dan diresmikan oleh Ibu Tien Soeharto pada tanggal 20 April 1975. Sejak tahun 1990, TMII telah mempunyai logo berhuruf I dan I, kedua huruf ini mewakili nama Indonesia Indah. Sedangkan maskotnya berupa tokoh wayang Hanoman yang dinamakan NITRA (Anjani Putra).

Maskot tokoh wayang Hanoman bernama NITRA di TMII
Sumber Foto: www.flickr.com - BornJavanese
Sebagai kawasan wisata yang dikonsep secara matang, sejak usia dini TMII telah mengantongi berbagai penghargaan di bidang pariwisata, baik penghargaan dari pemerintah daerah maupun lembaga internasional. Penghargaan ini salah satunya berasal dari Pemerintah DKI Jakarta yang diberikan pada tahun 1976, 1977, 1978, 1981, 1991, 1992, 1993, dan 1995. Selain itu, TMII juga pernah menggondol penghargaan pelestarian kebudayaan Golden Award dari Pacific Asian Travel Assosiation(PATA) pada tahun 1987. Khusus di bidang pembinaan industri kecil, TMII juga pernah mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Republik Indonesia berupa Upakarti Kepeloporan pada tahun 1990.

B. Keistimewaan

Karakter TMII sebagai kawasan terpadu tercermin dalam berbagai objek wisata yang berada dalam satu lokasi. Keterpaduan tersebut tampak sempurna dengan bercampurnya corak arsitektur tradisional dan modern pada bangunan-bangunan dan prasarana fisiknya, maupun keutuhan konsep materi pameran yang ditampilkan, ragam acara, atraksi, maupun bentuk pelayanan dan kegiatan-kegiatan yang sering diselenggarakan dalam kawasan objek wisata ini. Selain itu, TMII juga menampilkan keanekaragaman budaya Indonesia sebagai wujud pelestarian nilai-nilai budaya, tradisi, adat istiadat, upacara, kesenian, benda-benda budaya, dan olahraga tradisional.
Sebagai kawasan wisata, TMII mempunyai berbagai sarana rekreasi di luar ruangan (out door recreation) dengan lingkungan hijau yang sangat memadai sehingga dapat menambah pengetahun dan informasi tentang masyarakat, kebudayaan, dan lingkungan Indonesia dalam suguhan taman miniatur.

Replika Pulau Indonesia di Kawasan TMII
Sejak awal pendirian hingga saat ini, TMII telah dilengkapi dengan berbagai sarana objek wisata, antara lain:
  • Anjungan Daerah (berjumlah 27)
  • Museum (berjumlah 14)
  • Taman Flora dan Fauna (berjumlah 11)
  • Sarana Rekreasi (berjumlah 12)
  • Bangunan dan Monumen (berjumlah 8)
  •  Tempat Peribadatan (berjumlah 6)
Mengunjungi dan menikmati berbagai sarana objek wisata di TMII cukup mudah, karena telah terdapat berbagai sarana transportasi di dalam kawasan TMII. Jenis-jenis transportasi tersebut antara lain,

Sarana Transportasi Umum

Berkeliling di kawasan TMII dengan luas sekitar 165 hektar tentu merupakan perjalanan yang melelahkan bagi wisatawan. Untuk kemudahan dan kenyamanan pengunjung, di dalam kawasan TMII telah tersedia sarana transportasi umum, seperti sepeda, mobil, dan bus. Untuk menyewa fasilitas sepeda mini, para turis biasanya dikenai tarif sekitar Rp 1.000 selama 30 menit. Selain itu, pengunjung juga dapat menyewa mobil keliling dengan tarif Rp 30.000 tiap jamnya, atau menyewa bus (mobil besar) dengan tarif Rp 75.000 per jam. Wisatawan yang menyewa mobil dan bus dalam jumlah besar/rombongan (minimal 30 orang) akan mendapatkan diskon sebesar 15% (Juni 2008).

SHS 23 Aeromovel Indonesia

Aeromovel adalah jenis sarana transportasi yang berjalan mengunakan tenaga angin sebagai daya dorongnya. Jenis transportasi ini berjalan dalam sebuah lintasan yang juga disebut monorail. Konon, jenis transportasi ini pertama kali dikenalkan di negara Brasil. Di TMII, kendaraan bertenaga angin ini juga dikenal dengan nama Titihan Samirono. Menggunakan Aeromovel untuk berkeliling kawasan TMII tentu akan memberikan pengalaman tersendiri bagi para turis. Wisatawan yang berminat menggunakan sarana transportasi ini dikenai tarif sekitar Rp 8.500 per orang. Aeromovel ini beroperasi pada hari-hari khusus, yakni hari Sabtu dan Minggu (Juni 2008).

Kereta Monorel (Aeromovel) di TMII

Kereta Gantung (Sky Lift)

Kereta gantung merupakan sarana yang sangat diminati pengunjung kawasan TMII. Pasalnya, dengan menaiki kereta ini, para pelancong dapat melihat keseluruhan area TMII dari tempat yang cukup tinggi secara lebih jelas dan cepat. wisatawan yang ingin menggunakan jasa transportasi ini disarankan menuju tiga stasiun keberangkatan dan perhentian. Tiga stasiun tersebut adalah stasiun A—B—C, B—C—A, dan C—B—C. Tarif menggunakan transportasi ini sebesar Rp 20.000 per orang, sedangkan untuk penumpang rombongan (minimal 20 orang) akan mendapatkan potongan harga, kecuali pada hari Minggu dan hari besar (Juni 2008).

Kereta Gantung di TMII

Kereta Api Mini

Selain Kereta Gantung, di TMII terdapat Kereta Api Mini yang memudahkan pengunjung berkeliling di sekitar lokasi TMII. Wisatawan yang menggunakan kereta jenis ini dikenai tarif sebesar Rp 4.000 per orang (Juni 2008).

Kereta Api Mini di TMII
Tidak hanya itu, selain kenyamanan dan kemudahan transportasi, di kawasan TMII juga sering digelar beragam acara maupun atraksi kesenian dan budaya pada hari libur dan hari besar. Acara-acara tersebut biasanya merupakan paket acara khusus yang secara bergilir diselenggarakan oleh tiap anjungan daerah. Paket acara ini sering menampilkan beragam corak kesenian daerah, baik dalam bentuk pagelaran seni, upacara adat, pameran kerajinan tangan, dan lain-lain.
Acara-acara khusus lainnya yang sering diselenggarakan di kawasan objek wisata ini adalah parade tari daerah, parade lagu daerah, dan lain-lain yang biasanya disajikan untuk mengisi dan memeriahkan sejumlah pekan yang diselenggarakan secara rutin di kawasan objek wisata ini. Pekan-pekan tersebut adalah Hari Ulang Tahun TMII, Pekan Liburan Sekolah, Pekan Desember, Pekan Sura, Pekan Lebaran, dan Pekan Haji.

Salah satu Pertunjukan Seni di TMII
Selain itu, TMII juga menyediakan jasa konsultasi berkaitan dengan masalah kebudayaan, sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sebagai contoh, TMII melalui Museum Pusakaranya melayani konsultasi masyarakat mengenai pusaka dan beragam aspeknya. Pada waktu-waktu tertentu, melalui Pekan Penyembuhan Tradisional, TMII juga membuka kesempatan bagi para pengunjung untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan. Selain itu, masih terdapat jenis konsultasi-konsultasi lainnya, seperti konsultasi adat pesta pernikahan, inisiasi dalam siklus hidup, ruwatan, dan masih banyak lagi.

C. Lokasi

Kawasan objek wisata TMII secara administratif berada dalam naungan empat kelurahan dan tiga kecamatan, yaitu Kelurahan Bambu Apus dan Kelurahan Ceger di Kecamatan Cipayung, Kelurahan Kampung Dukuh di Kecamatan Kramatdjati, dan Kelurahan Pinang Ranti di Kecamatan Kampung Makassar. Sedangkan lokasi persisnya bertempat di Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta Timur, Propinsi DKI Jakarta, Indonesia.

D. Akses

Lokasi TMII berdekatan dengan terminal dalam kota dan antarkota (Kampung Rambutan). Untuk menuju kawasan wisata ini tidaklah terlalu sulit, karena banyak kendaraan umum, seperti bus, metromini, dan angkot yang melintas di kawasan ini. Kendaraan-kendaraan tersebut antara lain,
  •  Metromini T. 45 (Pulo Gadung—Pintu II TMII)
  • Metro Mini T. 45 (Pulogadung—Pintu II TMII)
  • Angkot KWK S. 15 A (Ragunan—Pintu II TMII)
  • Angkot KWK T. 01 (Cililitan—Bambu Apus)
  • Angkot KWK T. 02 (Cililitan—Cipayung)
  • Angkot KWK T. 05 (Cililitan—Setu)
  • Angkot KWK P. 15 (Cililitan—Cilangkap)
  • Angkot KWK K. 40 (Bekasi—Kampung Rambutan)
  • Angkot KWK S. 19 (Depok—Pinang Ranti)
  • Bus Gandeng PPD BT. 03 (Grogol—TMII) 

E. Harga Tiket

Para turis yang ingin memasuki lokasi wisata TMII harus memiliki tanda masuk. Tanda masuk tersebut diperoleh dengan cara membeli tiket di loket masuk. Harga tiket masuk sekitar Rp 9.000/orang kecuali wisatawan yang berumur di bawah tiga tahun. Para pengunjung TMII secara khusus dikenai tarif masuk berbeda-beda berdasarkan kendaraan yang dibawa. Bagi wisatawan yang menggunakan sepeda dikenai biaya masuk sebesar Rp 1.000, menggunakan motor sebesar Rp 6.000, menggunakan mobil sebesar Rp. 10.000, sedangkan yang menggunakan bus/truk sebesar Rp 15.000. Selain harga-harga tersebut, TMII juga memberikan potongan harga khusus bagi para turis yang mengajukan permohonan keringanan sebelum hari kunjungan.
Objek wisata TMII membuka pelayanannya selama 7 hari dalam seminggu dan 9 jam selama sehari, yakni antara pukul 08.00 hingga pukul 17.00 WIB. Di luar waktu tersebut, TMII sering menyelenggarakan acara-acara khusus, seperti pagelaran wayang, pentas seni, dan lain-lain yang biasanya diselenggarakan melebihi waktu pelayanannya.
F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya
Sebagai sebuah kawasan wisata terpadu yang mempunyai wilayah yang luas, TMII telah mempunyai berbagai sarana dan fasilitas penunjang, antara lain:

Restoran Caping Gunung

Lokasi restoran ini terletak di seberang bangunan Miniatur Arsipel Indonesia. Bentuk bangunannya menyerupai caping yang dipakai oleh orang-orang gunung, sehingga diberi nama Restoran Caping Gunung. Restoran ini memang sengaja dibangun sebagai tempat istirahat dan makan para turis, sembari melihat—melalui jendela kaca—pemandangan bangunan arsipel yang berdiri kokoh di samping restoran. Arsitektur bangunan restoran ini dapat memberi kenyamanan khusus kepada para pengunjung, di mana sistem penerangannya berasal dari cahaya matahari yang masuk melalui atap yang tembus cahaya.

Restoran Caping Gunung di TMII
Sumber Foto: www.flickr.com - DilipDas

Pasar Tiban

Di area TMII, terdapat sebuah kompleks warung yang menyediakan makanan dan minuman dengan berbagai variasinya yang harganya dapat dijangkau oleh rakyat kecil. Warung-warung tersebut berjumlah sekitar puluhan yang tersebar di area TMII.

Desa Wisata

Para pengunjung TMII dapat menginap di sebuah kompleks desa wisata yang terdapat di area TMII. Di desa ini terdapat penginapan dengan lingkungan yang masih bersih dan alami. Secara keseluruhan, desa ini mempunyai 31 penginapan yang dapat menampung sekitar 416 tamu. Selain itu, pengunjung juga dapat menyelenggarakan acara, seperti pertemuan ilmiah, rapat organisasi, sarasehan, dan seminar dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan perhimpunan pemuda yang ada di desa ini. Di desa ini tersedia aula yang cukup besar dengan daya tampung sekitar 400 orang yang memungkinkan penyelenggaraan acara-acara seperti di atas.

Graha Wisata Remaja

Selain desa wisata, di kompleks TMII juga tersedia sarana inap lain bernama Graha Wisata Remaja. Graha ini merupakan kompleks penginapan yang diperuntukkan bagi kelompok pelajar/remaja dan lapisan masyarakat yang memang memiliki anggaran terbatas. Walaupun dengan biaya inap yang murah, graha ini tetap menyediakan fasilitas yang cukup menjamin kenyamanan dan keamanan. Lokasinya pun terbilang strategis, karena berdekatan dengan beberapa fasilitas TMII, seperti stasiun kereta gantung, kolam renang, dan Rumah Makan Wajasera.

Padepokan Pencak Silat

Di area TMII juga terdapat kompleks penginapan khusus, yaitu padepokan pencak silat. Pengunjung yang menginap di kompleks ini dapat melihat secara langsung latihan rutin anggota pencak silat yang diselenggarakan di area penginapan ini.

Gedung Pengelolaan

Gedung Pengelolaan merupakan sebuah kantor yang digunakan untuk mengelola TMII secara keseluruhan. Gedung ini berlantai tiga dan dilengkapi dengan serambi atau lobi. Pintu masuknya berjumlah tiga, yakni satu pintu serambi depan dan dua pintu di sebelah samping. Di gedung inilah kegiatan tata-usaha dan pengelolaan TMII dilaksanakan.

Pusat Informasi Wisatawan

Para turis yang memerlukan informasi atau penjelasan tentang TMII dapat menanyakannya di gedung Pusat Informasi Wisatawan yang tersedia di area lokasi TMII.

Poliklinik Taman Mini

Untuk keperluan keamanan, kenyamanan, dan kesehatan, di area TMII telah tersedia poliklinik yang dapat membantu pengunjung jika terkena musibah atau kecelakaan pada saat berkunjung ke TMII.

Pos Polisi

Di TMII telah dibentuk Polisi Satuan Pengamanan yang bertugas mengamankan lokasi wisata selama 24 jam yang berjaga-jaga di pos dan berbagai sudut di TMII.

Pemadam Kebakaran

Untuk menanggulangi bahaya kebakaran di kawasan TMII, pengelola telah menyediakan Pos Pemadam Kebakaran dengan segala perangkat dan petugasnya.

Gardu Listrik

Untuk menjamin terpenuhinya aliran listrik di kawasan ini, pengelola telah membangun gardu listrik PLN khusus. Dengan gardu listrik ini, pasokan listrik ke seluruh kawasan TMII menjadi lancar.

Radio Pelangi Nusantara

Untuk tujuan promosi, TMII telah membangun satu pemancar radio yang bertugas menyiarkan kegiatan-kegitan, berita, dan lain-lain agar menarik pengunjung untuk berwisata ke TMII.

Padepokan Taman Mini

Karyawan TMII bekerja selama satu minggu penuh, secara bergiliran. Agar dapat melayani pengunjung secara maksimal, di TMII telah dibangun padepokan atau kompleks perumahan untuk para karyawan. Dengan adanya kompleks tersebut, karyawan TMII akan dimudahkan dalam menjalankan tugas hariannya.
READ MORE - TAMAN MINI INDONESIA INDAH
Prev home