Komunikasi dapat diartikan sebagai tukar-menukar informasi antara dua buah pihak melalui suatu media.
Pada tahun-tahun yang silam informasi/pesan dikirim melalui berbagai media antara lain pelari-pelari,bunyi-bunyian,cahaya dan bendera,akan tetapi pada jaman yang sudah modern dan serba canggih seperti sekarang ini informasi/pesan dapat dikirim melalui dua buah kawat pararel dan media udara atau tanpa kawat penghubung.
Media yang menggunakan kawat penghubung tersebut bisa telegrap atau telephone sedangkan yang tanpa menggunakan kawat penghubung adalah komunikasi radio.
Komunikasi radio dewasa ini ada bermacam-macam dan menjadi dasar dari komunikasi – komunikasi canggih yang lainnya seperti radio ,televisi,handphone,satellite,internet dan lain –lain.
Untuk lebih memahami tentang radio maka kita mulai mempelajari tentang teknik komunikasi radio dari tingkat dasar.
Pada prinsipnya komunikasi radio dibedakan menjadi 2 macam yaitu:
1.Pesawat pemancar radio (transmitter/TX)
Yaitu pesawat yang dapat memancarkan gelombang radio
2.Peasawat penerima radio (receiver /RX)
Yaitu pesawat yang dapat menerima gelombang radio yang dipancarkan oleh pemancar
A.Dasar Perhubungan Radio
Diketahui bahwa gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh pemancar radio melalui udara tentu mempunyai kecepatan frekuensi maupun panjang gelombang,hubungan tersebut dapat dituliskan seperti persamaan dibawah ini
V
F = ———-
Λ
Dimana:
F = frekuensi dengan satuan Hertz
V = Kecepatan gelombang radio pada udara = 300.000.000 m/detik
Λ = Lamda/panjang gelombang dengan satuan meter
Karena banyaknya gelombang radio yang ada diudara,maka kemungkinan besar akan saling mengganggu maka perlu dialokasi untuk tiap-tiap daerah agar gangguan tersebut dapat diatasi .Secara internasional pembagian alokasi frekuensi meliputi frekuensi 10 KHz (kilo Hertz) sampai dengan 40 GHz(Giga Hertz) seperti yang terlihat pada table dibawah ini
Tabel Pembagian Band Frekuensi
Nama Gelombang
Frekuensi
Panjang Gelombang
Very Low Frekuensi (VLF) 10-30 KHz 30000 – 10000 meter
Low Frekuensi (LF) 30 -300 KHz 10000 -1000 meter
Medium Frekuensi (MF) 300 – 3000 KHz 1000 – 100 meter
High Frekuensi (HF) 3 – 30 MHz 100 – 10 meter
Very High Frekuensi (VHF) 30 – 300 MHz 10 – 1 meter
Ultra High Frekuensi (UHF) 300 – 3000 MHz 1 – 0,1 meter
Super High Frekuensi (SHF) 3000 – 30000 MHz 0,1 – 0,01 meter
B.Sistim Pemancar Radio
Dasar dari sebuah pemancar radio adalah oscillator,oscillator ini merupakan pembangkit dari frekuensi tinggi.Frekuensi tinggi yang dihasilkan oleh oscillator inilah yang akan berfungsi sebagai gelombang pembawa (carrier). 1
Gelombang pembawa /frekuensi radio ini sebelum dipancarkan melalui antenna harus dicampur dulu dengan informasi yang nantinya diperlukan oleh penerima radio.Pencampuran antara gelombang radio dan informasi dikenal dengan istilah Modulasi.
Jadi modulasi adalah pencampuran antara gelombang radio dan informasi/suara
Ada beberapa sistim modulasi yang dikenal pada radio yaitu antara lain :
1.Amplitudo Modulasi (AM)
2.Frekuensi Modulasi (FM)
a.Amplitudo modulasi (AM) adalah sistim pencampuran antara frekuensi radio (RF) dengan frekuensi audio (AF) yang menghasilkan sinyal radio (RF) dengan amplitudonya yang berubah-rubah sesuai dengan signal AF dengan frekuensinya tetap.
AF RF RF
+ =
b.Frekuensi Modulasi (FM) adalah sistim pencampuran antara frekuensi radio (RF) dengan frekuensi audio (AF) yang menghasilkan signal radio (RF) dengan frekuensinya selalu berubah-ubah sesuai dengan sinyal AF sedangkan amplitudonya tetap.
AF RF RF
+ =
C.Sistim Penerima Radio
Sebelumnya kita telah mempelajari bahwa frekuensi radio yang di pancarkan oleh pemancar ke udara dapat diterima oleh suatu alat yang dinamakan pesawat penerima radio.Gelombang radio ini diterima oleh antenna kemudian dideteksi sehingga menjadi frekuensi suara dan kemudian diubah oleh loudspeaker sehingga menjadi suara yang dapat diterima oleh telinga manusia seperti sumber sebelumnya pada pemancar .
Beberapa jenis radio penerima yang akan kita pelajari yaitu:
a.Sistim penerima radio straight (radio penerima langsung)
b.Radio penerima Superheterodyne (rangkaian Radio yang sudah agak lengkap)
Radio penerima Straight (Radio Penerima Langsung)
Radio penerima straight atau sering disebut radio kristal adalah sebuah penerima pesawat radio yang rangkaiannya sangat sederhana, yaitu cara penerimaan secara langsung ,artinya pesawat radio ini tidak dilengkapi dengan penguat seperti yang ada pada radio superheterodyne ,Radio jenis ini tidak ditemukan dipasaran karena merupakan radio eksperimen saja ,akan tetapi merupakan cikal bakal dari radio sebelum ditemukannya radio super heterodyne
Gb.Rangkaian radio straight atau radio kristal
2
Keterangan Gambar:
1.Bagian Antena
Berfungsi untuk menangkap gelombang radio yang berasal dari pemancar,pada antenna terinduksi berbagai sinyal radio dengan frekuensi yang berbeda-beda sesuai dengan frekuensi yang dipancarkan
Oleh pemancar
2.Bagian Tuning
Berfungsi untuk memilih salah satu gelombang radio yang diterima oleh antenna
3.Bagian Detektor
Berfungsi untuk memisahkan antara frekuensi suara (AF) dengan gelombang pembawanya yaitu frekuensi radio (RF)
4.Loudspeaker
Berfungsi untuk merubah frekuensi suara menjadi suara yang dapat didengar telinga manusia
Radio Penerima Superheterodyne
Yaitu Rangkaian Radio Penerima yang sudah agak lengkap yang terdiri dari beberapa bagian / blok
Seperti pada gambar diagram blok di bawah ini.
Gb.Diagram blok Radio Superheterodyne
1 9
Keterangan Gambar
1.Antena
Berfungsi untuk menangkap gelombang radio yang berasal dari pemancar
2.Penala
Berfungsi untuk memilih salah satu gelombang yang berasal dari pemancar-pemancar yang
diterima oleh antenna.
3.Mixer
Berfungsi untuk mencampur antara gelombang yang berasal dari penala dan dari oscilator local
4.Oscilator local
Berfungsi untuk membangkitkan frekuensi radio
5.Penguat IF
Berfungsi untuk Menguatkan serta menyaring frekuensi menengah yang berasal dari mixer
6.Detektor
Berfungsi untuk memisahkan antara gelombang suara dengan gelombang pembawanya yaitu
frekuensi radio
7.AGC(automatic Gain Control)
Berfungsi untuk mengatur penguatan secara otomatis
8.Penguat Audio ( Amplifier )
Berfungsi untuk menguatkan frekuensi audio yang berasal dari rangkaian detector
9.Loudspeaker
Berfungsi untuk mengubah frekuensi suara menjadi suara yang dapat didengar oleh telinga
Manusia
3
Contoh Rangkaian Oscilator
Penala Tr Mixer +Osc Trafo Oscilato Trafo If
Contoh Rangkaian Penguat IF
Trafo IF 1 Trafo IF2 Trafo IF3 Dioda Detektor
Contoh Rangkaian Radio Super heterodyne
4
Contoh bentuk Rangkaian Radio Superheterodyne yang lain
Cara Kerja Radio Super heterodyne
Gelombang radio yang berasal dari pemancar ditangkap oleh antenna,kemudian diumpankan pada rangkaian penala untuk ditala atau dipilih salah satu kemudian diumpankan pada rangkaian mixer untuk dicampur dengan frekuensi yang berasal dari oscillator local ,oscillator local ini membangkitkan frekuensi lebih tinggi dari gelombang yang ditala oleh penala secara otomatis sebesar 455 Khz untuk radio AM sehingga berapapun input yang masuk dari penala menuju mixer outputnya selalu sama frekuensi menengah (Intermediet Frekuensi) yaitu sebesar 455 Khz,frekuensi menengah ini selanjutnya diumpankan pada penguat frekuensi menengah (penguat IF) untuk dikuatkan dan di filter kemudian dipisahkan antara frekuensi suara (AF)dan frekuensi Radio (RF) oleh rangkaian detector,sehingga output dari rangkaian detector berupa frekuensi suara yang selanjutnya dikuatkan oleh rangkaian penguat frekuensi suara(amplifier ) untuk diumpankan pada loudspeaker.
5
Contoh Tata Letak Komponen Radio Superheterodyne
5
BAB.VII.TEKNIK PENGUAT AUDIO (AMPLIFIER)
1.Penguat Audio
Penguat audio atau amplifier audio atau biasa disebut amplifier saja adalah merupakan perangkat yang digunakan untuk menguatkan frekuensi audio (suara ) sebelum diumpankan pada loudspeaker
Agar dapat didengar oleh telinga manusia.
Amplifier ini ada bermacam – macam ada yang berdaya kecil ada yang berdaya besar,ada yang high fidelity ada yang puplic address dan lain – lain
Jenis – jenis Amplifier berdasarkan class penguatan:
a.Penguat class A adalah jenis penguat yang menguatkan seluruh gelombang atau dapat dikatakan sebagai penguat gelombang penuh ,jadi apabila diberi input satu gelombang maka yang dikuatkan yaitu satu gelombang penuh,penhuat jenis ini biasanya digunakan untuk lapangan atau out door.
b.Penguat class B adalah jenis penguat yang menguatkan hanya setengah gelombang ,jadi apabila diberi input satu gelombang maka yang dikuatkan adalah setengah gelombang sedangkan setengah gelombang yang lain diambil dari pembalik fasa,penguat jenis adalah amplifier dengan mengutamakan kualitas nada,biasanya dipergunakan untuk Indoor.
c.Penguat class AB adalah merupakan perpaduan antara penguat class A dan penguat class B,yaitu apabila diberi input satu gelombang penuh maka yang dikuatkan adalah ¾ gelombang,Amplifier jenis ini adalah amplifier yang mengutamakan nada dan jangkauan.Biasanya dipakai untuk sound system.
d.Penguat class C adalah penguat yang menguatkan seperempat gelombang ,jadi apabila diberi input satu gelombang maka yang dikuatkan hanya seperempatnya saja ,penguat jenis ini bisasanya dipergunakan pada penguat frekuensi tinggi terutama pada pemancar FM
Jenis – jenis amplifier berdasarkan pada kegunaan
a.Public address amplifier adalah jenis amplifier yang dipergunakan untuk jangkauan yang luas misalkan pada lapangan atau aula (biasanya disebut amplifier lapangan) biasa digunakan pada lapangan atau aula atau tempat – tempat umum seperti balai desa dan lain – lain.
b.High Fidelity Amplifier (HI FI ) yaitu amplifier yang lebih mengutamakan pada kualitas suara (kemurnian dari suara yang dihasilkan ) biasanya dipakai pada Perangkat –perangkat elektronika yang memerlukan kualitas suara bagus seperti Tape recorder,Radio portable,Home teatre Dll.
C.Mono Amplifier adalah amplifier yang terdiri hanya satu chanal atau tunggal biasanya dipakai pada penguat radio portable,pengeras suara dan lain sebagainya
d.Stereo Amplifier yaitu amplifier yang mempunyai dua buah chanal yaitu R dan L biasanya dipakai pada perangkat – perangkat audio yang sudah agak modern yang mengutamakan kualitas suara biasanya dipakai pada VCD ,Televisi,Receiver,Soundsystem,dan lain lain
e. Dolby Stereo atau disebut dengan Surround adalah merupakan amplifier yang terdiri dari 4 chanal atau terdiri dari dua buah amplifier stereo sehingga menghasilkan suatu efek suara yang sangat baik seperti layaknya pada sebuah konser music biasanya dipakai pada gedung bioskop,home teatre dan sebagainya. 6
f.System 5.1 adalah suatu system suara surround yang dilengkapi dengan sub wofer biasanya dipakai pada Home teatre.
Bagian – bagian Penguat Audio / amplifier
Pada umumnya penguat audio atau amplifier ini terdiri dari dua bagian utama yaitu :
1.driver yaitu bagian yang berfungsi untuk mendorong input yang kecil supaya dapat diumpankan pada power atau bagian akhir dari amplifier.
2.Penguat akhir /Power amplifier yaitu bagian yang berfungsi untuk menguatkan input sampai dengan penguatan maksimal yang dipunyai oleh penguat tersebut.
Diagram Blok Amplifier
Pengatur Nada Pada Penguat Audio
Pada umumnya penguat audio atau amplifier ini dilengkapi pula dengan pengatur nada yaitu rangkaian yang dapat digunakan untuk mengatur nada – nada yang dikehendaki pada sebuah amplifier ,nada –nada yang diatur tersebut meliputi nada – nada tinggi atau dikenal dengan istilah treble ,nada – nada rendah dikenal dengan istilah bass,nada –nada menengah dikenal dengan istilah middle
Rangkaian pengatur nada ini ada bermacam – macam yaitu antara lain Tone Control,Aqualiser,Audio Processor,Dan lain-lain
Contoh rangkaian Pengatur Nada (Tone Control)
7
Contoh Rangkaian Pengatur Nada Yang Lain ( Agualizer)
Contoh Gambar Rangkaian Amplifier
Contoh Gambar Rangkaian Amplifier yang Lain
8
Contoh Rangkaian Amplifier lain
Contoh Bentuk fisik Rangkaian Pengatur Nada
Contoh Bentuk Fisik Rangkaian Amplifier
]
9
Contoh Bentuk Rangkaian Amplifier Pada Sebuah Box
BAB.VIII.PERAKITAN AMPLIFIER SEDERHANA 150WATT OCL
A.Tujuan
Tujuan dari pembuatan Amplifier ini adalah kita dapat memahami tentang rangkaian penguatan pada audio atau yang sering disebut dengan amplifier audio mengenai bentuk fisik dari rangkaiannya ,cara kerja dari amplifier tersebut serta bahan-bahan yang dipergunakan untuk membuat sebuah amplifier.
B.Persiapan
Sebelum kita melakukan perakitan sebuah Amplifier maka kita persiapkan dulu alat-alat dan bahannya yaitu antara lain:
Bahan-bahan:
- PCB amplifier 150 watt ocl 1 buah – C 100 pf 1 buah
- Transistor OCL Thosiba 1 Set – C 100nf 1 buah
- Resistor 0,5 Ohm 5 watt 2 buah – C 47 micro farad 4 buah
- Resistor 100k 1 buah – Tr A 564 3 buah
- Resistor 33k 2 buah – Tr D 400 1 buah
- Resistor 10 k 1 buah – Tr Tip 31 I 1 buah
- Resistor 4k7 1 buah – Tr Tip 32 I 1 buah
- Resistor 2k2 1 buah – D 1N 4148 5 buah
- Resistor 1k 1 buah – Pendingin 2tr 3 sirip 1 buah
- Resistor 560 Ohm 2 buah – Kabel 0,8 3warna @ 0,5 meter
- Resistor 330 Ohm 2 buah – Timah 1 meter
- Resistor 100 Ohm 3 buah – Pack oc 2 set
Alat – alat :
- Solder listrik
- Avo meter
- Tang potong
- Gunting
- Tang japit
c.Langkah – langkah pembuatan
- Persiapkan semua alat dan bahan
- Perhatikan Gambar rangkaian amplifier dan cek semua komponen
- Pasang semua komponen-komponen pada PCB sesuai dengan gambar
- Potong kaki – kaki komponen dengan menggunakan tang potong
- Solder komponen-komponen yang sudah terpasang pada PCB
- Pasang Transistor ocl pada pendingin dengan menggunakan isolator /pack
- Pasang kabel pada transistor oc sehingga terhubung dengan rangkaian yang ada pada PCB
- Cek kembali apakah pemasangan sudah tepat
- Rangkaian Amplifier siap digunakan
10
Gambar Rangkaian Amplifier 150 watt Ocl
Gambar PCB Amplifier 150 watt OCL
11
Contoh Gambar fisik dari Rangkaian Amplifier 150 Watt OCL yang sudah jadi Versi Stereo
*************&&&&&*************
Pada tahun-tahun yang silam informasi/pesan dikirim melalui berbagai media antara lain pelari-pelari,bunyi-bunyian,cahaya dan bendera,akan tetapi pada jaman yang sudah modern dan serba canggih seperti sekarang ini informasi/pesan dapat dikirim melalui dua buah kawat pararel dan media udara atau tanpa kawat penghubung.
Media yang menggunakan kawat penghubung tersebut bisa telegrap atau telephone sedangkan yang tanpa menggunakan kawat penghubung adalah komunikasi radio.
Komunikasi radio dewasa ini ada bermacam-macam dan menjadi dasar dari komunikasi – komunikasi canggih yang lainnya seperti radio ,televisi,handphone,satellite,internet dan lain –lain.
Untuk lebih memahami tentang radio maka kita mulai mempelajari tentang teknik komunikasi radio dari tingkat dasar.
Pada prinsipnya komunikasi radio dibedakan menjadi 2 macam yaitu:
1.Pesawat pemancar radio (transmitter/TX)
Yaitu pesawat yang dapat memancarkan gelombang radio
2.Peasawat penerima radio (receiver /RX)
Yaitu pesawat yang dapat menerima gelombang radio yang dipancarkan oleh pemancar
A.Dasar Perhubungan Radio
Diketahui bahwa gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh pemancar radio melalui udara tentu mempunyai kecepatan frekuensi maupun panjang gelombang,hubungan tersebut dapat dituliskan seperti persamaan dibawah ini
V
F = ———-
Λ
Dimana:
F = frekuensi dengan satuan Hertz
V = Kecepatan gelombang radio pada udara = 300.000.000 m/detik
Λ = Lamda/panjang gelombang dengan satuan meter
Karena banyaknya gelombang radio yang ada diudara,maka kemungkinan besar akan saling mengganggu maka perlu dialokasi untuk tiap-tiap daerah agar gangguan tersebut dapat diatasi .Secara internasional pembagian alokasi frekuensi meliputi frekuensi 10 KHz (kilo Hertz) sampai dengan 40 GHz(Giga Hertz) seperti yang terlihat pada table dibawah ini
Tabel Pembagian Band Frekuensi
Nama Gelombang
Frekuensi
Panjang Gelombang
Very Low Frekuensi (VLF) 10-30 KHz 30000 – 10000 meter
Low Frekuensi (LF) 30 -300 KHz 10000 -1000 meter
Medium Frekuensi (MF) 300 – 3000 KHz 1000 – 100 meter
High Frekuensi (HF) 3 – 30 MHz 100 – 10 meter
Very High Frekuensi (VHF) 30 – 300 MHz 10 – 1 meter
Ultra High Frekuensi (UHF) 300 – 3000 MHz 1 – 0,1 meter
Super High Frekuensi (SHF) 3000 – 30000 MHz 0,1 – 0,01 meter
B.Sistim Pemancar Radio
Dasar dari sebuah pemancar radio adalah oscillator,oscillator ini merupakan pembangkit dari frekuensi tinggi.Frekuensi tinggi yang dihasilkan oleh oscillator inilah yang akan berfungsi sebagai gelombang pembawa (carrier). 1
Gelombang pembawa /frekuensi radio ini sebelum dipancarkan melalui antenna harus dicampur dulu dengan informasi yang nantinya diperlukan oleh penerima radio.Pencampuran antara gelombang radio dan informasi dikenal dengan istilah Modulasi.
Jadi modulasi adalah pencampuran antara gelombang radio dan informasi/suara
Ada beberapa sistim modulasi yang dikenal pada radio yaitu antara lain :
1.Amplitudo Modulasi (AM)
2.Frekuensi Modulasi (FM)
a.Amplitudo modulasi (AM) adalah sistim pencampuran antara frekuensi radio (RF) dengan frekuensi audio (AF) yang menghasilkan sinyal radio (RF) dengan amplitudonya yang berubah-rubah sesuai dengan signal AF dengan frekuensinya tetap.
AF RF RF
+ =
b.Frekuensi Modulasi (FM) adalah sistim pencampuran antara frekuensi radio (RF) dengan frekuensi audio (AF) yang menghasilkan signal radio (RF) dengan frekuensinya selalu berubah-ubah sesuai dengan sinyal AF sedangkan amplitudonya tetap.
AF RF RF
+ =
C.Sistim Penerima Radio
Sebelumnya kita telah mempelajari bahwa frekuensi radio yang di pancarkan oleh pemancar ke udara dapat diterima oleh suatu alat yang dinamakan pesawat penerima radio.Gelombang radio ini diterima oleh antenna kemudian dideteksi sehingga menjadi frekuensi suara dan kemudian diubah oleh loudspeaker sehingga menjadi suara yang dapat diterima oleh telinga manusia seperti sumber sebelumnya pada pemancar .
Beberapa jenis radio penerima yang akan kita pelajari yaitu:
a.Sistim penerima radio straight (radio penerima langsung)
b.Radio penerima Superheterodyne (rangkaian Radio yang sudah agak lengkap)
Radio penerima Straight (Radio Penerima Langsung)
Radio penerima straight atau sering disebut radio kristal adalah sebuah penerima pesawat radio yang rangkaiannya sangat sederhana, yaitu cara penerimaan secara langsung ,artinya pesawat radio ini tidak dilengkapi dengan penguat seperti yang ada pada radio superheterodyne ,Radio jenis ini tidak ditemukan dipasaran karena merupakan radio eksperimen saja ,akan tetapi merupakan cikal bakal dari radio sebelum ditemukannya radio super heterodyne
Gb.Rangkaian radio straight atau radio kristal
2
Keterangan Gambar:
1.Bagian Antena
Berfungsi untuk menangkap gelombang radio yang berasal dari pemancar,pada antenna terinduksi berbagai sinyal radio dengan frekuensi yang berbeda-beda sesuai dengan frekuensi yang dipancarkan
Oleh pemancar
2.Bagian Tuning
Berfungsi untuk memilih salah satu gelombang radio yang diterima oleh antenna
3.Bagian Detektor
Berfungsi untuk memisahkan antara frekuensi suara (AF) dengan gelombang pembawanya yaitu frekuensi radio (RF)
4.Loudspeaker
Berfungsi untuk merubah frekuensi suara menjadi suara yang dapat didengar telinga manusia
Radio Penerima Superheterodyne
Yaitu Rangkaian Radio Penerima yang sudah agak lengkap yang terdiri dari beberapa bagian / blok
Seperti pada gambar diagram blok di bawah ini.
Gb.Diagram blok Radio Superheterodyne
1 9
Keterangan Gambar
1.Antena
Berfungsi untuk menangkap gelombang radio yang berasal dari pemancar
2.Penala
Berfungsi untuk memilih salah satu gelombang yang berasal dari pemancar-pemancar yang
diterima oleh antenna.
3.Mixer
Berfungsi untuk mencampur antara gelombang yang berasal dari penala dan dari oscilator local
4.Oscilator local
Berfungsi untuk membangkitkan frekuensi radio
5.Penguat IF
Berfungsi untuk Menguatkan serta menyaring frekuensi menengah yang berasal dari mixer
6.Detektor
Berfungsi untuk memisahkan antara gelombang suara dengan gelombang pembawanya yaitu
frekuensi radio
7.AGC(automatic Gain Control)
Berfungsi untuk mengatur penguatan secara otomatis
8.Penguat Audio ( Amplifier )
Berfungsi untuk menguatkan frekuensi audio yang berasal dari rangkaian detector
9.Loudspeaker
Berfungsi untuk mengubah frekuensi suara menjadi suara yang dapat didengar oleh telinga
Manusia
3
Contoh Rangkaian Oscilator
Penala Tr Mixer +Osc Trafo Oscilato Trafo If
Contoh Rangkaian Penguat IF
Trafo IF 1 Trafo IF2 Trafo IF3 Dioda Detektor
Contoh Rangkaian Radio Super heterodyne
4
Contoh bentuk Rangkaian Radio Superheterodyne yang lain
Cara Kerja Radio Super heterodyne
Gelombang radio yang berasal dari pemancar ditangkap oleh antenna,kemudian diumpankan pada rangkaian penala untuk ditala atau dipilih salah satu kemudian diumpankan pada rangkaian mixer untuk dicampur dengan frekuensi yang berasal dari oscillator local ,oscillator local ini membangkitkan frekuensi lebih tinggi dari gelombang yang ditala oleh penala secara otomatis sebesar 455 Khz untuk radio AM sehingga berapapun input yang masuk dari penala menuju mixer outputnya selalu sama frekuensi menengah (Intermediet Frekuensi) yaitu sebesar 455 Khz,frekuensi menengah ini selanjutnya diumpankan pada penguat frekuensi menengah (penguat IF) untuk dikuatkan dan di filter kemudian dipisahkan antara frekuensi suara (AF)dan frekuensi Radio (RF) oleh rangkaian detector,sehingga output dari rangkaian detector berupa frekuensi suara yang selanjutnya dikuatkan oleh rangkaian penguat frekuensi suara(amplifier ) untuk diumpankan pada loudspeaker.
5
Contoh Tata Letak Komponen Radio Superheterodyne
5
BAB.VII.TEKNIK PENGUAT AUDIO (AMPLIFIER)
1.Penguat Audio
Penguat audio atau amplifier audio atau biasa disebut amplifier saja adalah merupakan perangkat yang digunakan untuk menguatkan frekuensi audio (suara ) sebelum diumpankan pada loudspeaker
Agar dapat didengar oleh telinga manusia.
Amplifier ini ada bermacam – macam ada yang berdaya kecil ada yang berdaya besar,ada yang high fidelity ada yang puplic address dan lain – lain
Jenis – jenis Amplifier berdasarkan class penguatan:
a.Penguat class A adalah jenis penguat yang menguatkan seluruh gelombang atau dapat dikatakan sebagai penguat gelombang penuh ,jadi apabila diberi input satu gelombang maka yang dikuatkan yaitu satu gelombang penuh,penhuat jenis ini biasanya digunakan untuk lapangan atau out door.
b.Penguat class B adalah jenis penguat yang menguatkan hanya setengah gelombang ,jadi apabila diberi input satu gelombang maka yang dikuatkan adalah setengah gelombang sedangkan setengah gelombang yang lain diambil dari pembalik fasa,penguat jenis adalah amplifier dengan mengutamakan kualitas nada,biasanya dipergunakan untuk Indoor.
c.Penguat class AB adalah merupakan perpaduan antara penguat class A dan penguat class B,yaitu apabila diberi input satu gelombang penuh maka yang dikuatkan adalah ¾ gelombang,Amplifier jenis ini adalah amplifier yang mengutamakan nada dan jangkauan.Biasanya dipakai untuk sound system.
d.Penguat class C adalah penguat yang menguatkan seperempat gelombang ,jadi apabila diberi input satu gelombang maka yang dikuatkan hanya seperempatnya saja ,penguat jenis ini bisasanya dipergunakan pada penguat frekuensi tinggi terutama pada pemancar FM
Jenis – jenis amplifier berdasarkan pada kegunaan
a.Public address amplifier adalah jenis amplifier yang dipergunakan untuk jangkauan yang luas misalkan pada lapangan atau aula (biasanya disebut amplifier lapangan) biasa digunakan pada lapangan atau aula atau tempat – tempat umum seperti balai desa dan lain – lain.
b.High Fidelity Amplifier (HI FI ) yaitu amplifier yang lebih mengutamakan pada kualitas suara (kemurnian dari suara yang dihasilkan ) biasanya dipakai pada Perangkat –perangkat elektronika yang memerlukan kualitas suara bagus seperti Tape recorder,Radio portable,Home teatre Dll.
C.Mono Amplifier adalah amplifier yang terdiri hanya satu chanal atau tunggal biasanya dipakai pada penguat radio portable,pengeras suara dan lain sebagainya
d.Stereo Amplifier yaitu amplifier yang mempunyai dua buah chanal yaitu R dan L biasanya dipakai pada perangkat – perangkat audio yang sudah agak modern yang mengutamakan kualitas suara biasanya dipakai pada VCD ,Televisi,Receiver,Soundsystem,dan lain lain
e. Dolby Stereo atau disebut dengan Surround adalah merupakan amplifier yang terdiri dari 4 chanal atau terdiri dari dua buah amplifier stereo sehingga menghasilkan suatu efek suara yang sangat baik seperti layaknya pada sebuah konser music biasanya dipakai pada gedung bioskop,home teatre dan sebagainya. 6
f.System 5.1 adalah suatu system suara surround yang dilengkapi dengan sub wofer biasanya dipakai pada Home teatre.
Bagian – bagian Penguat Audio / amplifier
Pada umumnya penguat audio atau amplifier ini terdiri dari dua bagian utama yaitu :
1.driver yaitu bagian yang berfungsi untuk mendorong input yang kecil supaya dapat diumpankan pada power atau bagian akhir dari amplifier.
2.Penguat akhir /Power amplifier yaitu bagian yang berfungsi untuk menguatkan input sampai dengan penguatan maksimal yang dipunyai oleh penguat tersebut.
Diagram Blok Amplifier
Pengatur Nada Pada Penguat Audio
Pada umumnya penguat audio atau amplifier ini dilengkapi pula dengan pengatur nada yaitu rangkaian yang dapat digunakan untuk mengatur nada – nada yang dikehendaki pada sebuah amplifier ,nada –nada yang diatur tersebut meliputi nada – nada tinggi atau dikenal dengan istilah treble ,nada – nada rendah dikenal dengan istilah bass,nada –nada menengah dikenal dengan istilah middle
Rangkaian pengatur nada ini ada bermacam – macam yaitu antara lain Tone Control,Aqualiser,Audio Processor,Dan lain-lain
Contoh rangkaian Pengatur Nada (Tone Control)
7
Contoh Rangkaian Pengatur Nada Yang Lain ( Agualizer)
Contoh Gambar Rangkaian Amplifier
Contoh Gambar Rangkaian Amplifier yang Lain
8
Contoh Rangkaian Amplifier lain
Contoh Bentuk fisik Rangkaian Pengatur Nada
Contoh Bentuk Fisik Rangkaian Amplifier
]
9
Contoh Bentuk Rangkaian Amplifier Pada Sebuah Box
BAB.VIII.PERAKITAN AMPLIFIER SEDERHANA 150WATT OCL
A.Tujuan
Tujuan dari pembuatan Amplifier ini adalah kita dapat memahami tentang rangkaian penguatan pada audio atau yang sering disebut dengan amplifier audio mengenai bentuk fisik dari rangkaiannya ,cara kerja dari amplifier tersebut serta bahan-bahan yang dipergunakan untuk membuat sebuah amplifier.
B.Persiapan
Sebelum kita melakukan perakitan sebuah Amplifier maka kita persiapkan dulu alat-alat dan bahannya yaitu antara lain:
Bahan-bahan:
- PCB amplifier 150 watt ocl 1 buah – C 100 pf 1 buah
- Transistor OCL Thosiba 1 Set – C 100nf 1 buah
- Resistor 0,5 Ohm 5 watt 2 buah – C 47 micro farad 4 buah
- Resistor 100k 1 buah – Tr A 564 3 buah
- Resistor 33k 2 buah – Tr D 400 1 buah
- Resistor 10 k 1 buah – Tr Tip 31 I 1 buah
- Resistor 4k7 1 buah – Tr Tip 32 I 1 buah
- Resistor 2k2 1 buah – D 1N 4148 5 buah
- Resistor 1k 1 buah – Pendingin 2tr 3 sirip 1 buah
- Resistor 560 Ohm 2 buah – Kabel 0,8 3warna @ 0,5 meter
- Resistor 330 Ohm 2 buah – Timah 1 meter
- Resistor 100 Ohm 3 buah – Pack oc 2 set
Alat – alat :
- Solder listrik
- Avo meter
- Tang potong
- Gunting
- Tang japit
c.Langkah – langkah pembuatan
- Persiapkan semua alat dan bahan
- Perhatikan Gambar rangkaian amplifier dan cek semua komponen
- Pasang semua komponen-komponen pada PCB sesuai dengan gambar
- Potong kaki – kaki komponen dengan menggunakan tang potong
- Solder komponen-komponen yang sudah terpasang pada PCB
- Pasang Transistor ocl pada pendingin dengan menggunakan isolator /pack
- Pasang kabel pada transistor oc sehingga terhubung dengan rangkaian yang ada pada PCB
- Cek kembali apakah pemasangan sudah tepat
- Rangkaian Amplifier siap digunakan
10
Gambar Rangkaian Amplifier 150 watt Ocl
Gambar PCB Amplifier 150 watt OCL
11
Contoh Gambar fisik dari Rangkaian Amplifier 150 Watt OCL yang sudah jadi Versi Stereo
*************&&&&&*************



0 Responses to "TEKNIK KOMUNIKASI RADIO"
Posting Komentar